Search

Dede Azwar: Rezim Zionis tengah Bertaruh di Panggung Diplomatik Asia Barat

Jurnalis senior Indonesia, Dede Azwar. (Dok. Berita Alternatif)

BERITAALTERNATIF.COM – Jurnalis senior Indonesia Dede Azwar menilai bahwa rezim kolonial Zionis Israel tengah menghadapi situasi darurat, baik di medan militer maupun diplomasi.

Dalam sebuah wawancara di Maula TV yang dikutip media ini pada Jumat (4/7/2025), dia menegaskan bahwa Israel, sebagai representasi rezim Zionis, masih berada di jalur ambisinya untuk menguasai kawasan Asia Barat.

“Rezim Zionis kolonial ini tetap on the track, yakni ingin menguasai Asia Barat. Semua narasi mitos dan ‘jualan sejarah’ yang mereka bangun selama ini hanyalah alat legitimasi dan pembenaran semu,” ujarnya.

Menurutnya, Israel tidak hanya mencoba membuktikan kekuatannya kepada lawan, tetapi juga membangun ilusi kekuasaan kepada publik global. Namun, setelah serangkaian perlawanan dari kelompok seperti Hizbullah, Yaman, Hamas, Irak, dan Iran, kelemahan militer Zionis mulai terlihat.

“Setelah dihantam dan dilibas oleh kelompok perlawanan, terbukti rezim ini berdarah-darah. Bahkan jika perang kemarin diperkirakan selesai dalam seminggu, faktanya butuh dua minggu. Ini menunjukkan keretakan mereka yang sesungguhnya,” ungkap Dede.

Dia menggambarkan situasi saat ini sebagai emergency, di mana rezim Zionis bergerak terburu-buru, mengejar waktu dan keputusan strategis.

“Mereka buru-buru mengejar panggung-panggung darurat. Mulai dari isu bencana, provokasi, hingga framing Iran sebagai pihak terlibat, padahal tidak terbukti. Ini strategi pengecohan,” katanya.

Ia menyoroti bahwa strategi Israel kini tidak lagi sepenuhnya mengandalkan militer, tetapi bertumpu pada diplomasi sebagai sarana utama mempertahankan eksistensi.

“Mereka mengandalkan panggung diplomatik untuk tetap hidup. Diplomasi adalah seni merakit pikiran banyak orang agar percaya bahwa rezim kolonial ini sah. Mereka ingin menciptakan Asia Barat Baru atau New Middle East versi mereka,” jelasnya.

Namun, menurut Dede, jika panggung diplomatik ini gagal, maka nafas politik Zionis pun ikut terhenti. “Kalau diplomasi mereka sudah megap-megap, bagaimana mungkin nafas militer bisa berjalan?” ujarnya retoris.

Ia menyebut rezim Zionis telah masuk dalam fase post-truth, di mana mereka tak lagi peduli pada benar atau salah. “Mereka tahu mereka bohong, bahkan tampak idiot, tapi mereka sudah tidak peduli. Ini soal menyelamatkan koloni monster Zionis, bukan soal etika,” ujarnya.

Dede juga menilai bahwa publik global sudah mulai sadar akan rekayasa ini. “Upaya mereka mengejar Iran dan mengecilkan gerakan perlawanan tidak lagi mempan. Dunia sudah tahu, semua ini hanya akal-akalan. Panggung mereka rapuh,” tegasnya.

Menurut dia, kebijakan Zionis juga mulai menimbulkan kegelisahan di berbagai negara tetangga.

“Di Yordania, jenderal-jenderal memilih diam. Rakyat mereka paham, ini bukan sekadar isu politik, tapi soal nyawa. Di Suriah, perlawanan mulai muncul kembali. Bahkan di Jordan, ada gerakan-gerakan mengejutkan yang mulai terlihat,” jelasnya.

Ia juga menyinggung strategi media yang digunakan Israel untuk mengalihkan perhatian masyarakat dunia.

“Mereka memunculkan isu-isu aneh seperti gosip selebritas dan informasi murahan agar orang lupa pada realitas keruntuhan Zionisme. Tapi itu tidak akan berhasil. Rakyat dunia tidak sebodoh itu,” tegasnya.

Dede memberikan penekanan bahwa kekuasaan yang dibangun di atas kebohongan, represi, dan kolonialisme tidak akan bertahan lama.

“Segala yang dipaksakan akan cepat runtuh. Bahkan mungkin belum sempat dimulai, semua itu sudah goyah. Dunia sekarang sadar. Dan saat panggung diplomatik itu gagal, yang tersisa hanyalah keruntuhan yang tak bisa disembunyikan lagi,” pungkasnya. (*)

Penulis & Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA