BERITAALTERNATIF.COM – Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menyebutkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kukar tahun 2026 akan mengalami penurunan drastis hanya mencapai Rp 5 triliun hingga Rp 7 triliun.
Aulia mengakui hal ini merupakan ujian terberat bagi pemerintah daerah.
Dia menjelaskan, pada tahun ini APBD Kukar masih berada di angka sekitar Rp 11,6 triliun. Namun, setelah rasionalisasi dalam perubahan anggaran, nilainya turun menjadi sekitar Rp 11 triliun.
“Yang kita rasionalisasi di Perubahan mungkin menjadi sekitar Rp 11 sampai Rp 10 triliun,” jelasnya, Sabtu (23/8/2025).
Untuk tahun 2026, Aulia memperkirakan anggaran akan merosot lebih dari 50 persen dari posisi saat ini.
“Dengan berat hati kami sampaikan, APBD kita tahun depan tidak lebih dari Rp 7 triliun. Syukur-syukur kalau bisa sampai Rp 7 triliun,” tegasnya.
Ia bahkan mengungkapkan bahwa perhitungan rasional saat ini menunjukkan APBD Kukar bisa saja hanya sekitar Rp 5 triliun.
“Yang ada di kepala kami sekarang secara rasional, APBD kita hanya Rp 5 triliun,” ujarnya.
Aulia menyebut penuruanan drastis ini dipengaruhi oleh penurunan pendapatan daerah dari sektor migas serta penyesuaian dana bagi hasil dari pemerintah pusat.
Situasi ini, kata dia, membuat Kukar harus lebih mengandalkan pendapatan asli daerah dan memaksimalkan potensi sumber daya lokal.
Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya inovasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk swasta dan masyarakat, untuk mendukung program pembangunan prioritas.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus memperkuat sinergi agar target pembangunan tetap berjalan,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan agar setiap perangkat daerah lebih selektif dalam menentukan program kerja.
“Fokus kita adalah program yang benar-benar memberikan dampak langsung kepada masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan,” katanya.
Ia mengatakan pemerintah daerah juga harus mengambil langkah-langkah strategis dan tidak bisa mengandalkan pola kerja lama.
“Kita tidak bisa bekerja dengan cara yang biasa. Amanah sudah diberikan kepada kita, mari kita jemput amanah ini dengan segala sumber daya yang kita punya,” tutupnya. (*)
Penulis: Ahmad Rifa’i
Editor: Ufqil Mubin












