Search

Bupati Kukar: Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan Harus Ditindak Tegas

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Dok. Berita Alternatif)

BERITAALTERNATIF.COM Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menegaskan pentingnya penindakan hukum terhadap pihak yang terbukti sengaja melakukan pembakaran lahan dan hutan di Kukar.

Pernyataan itu disampaikan menyusul adanya perhatian terhadap dugaan pembukaan lahan dengan cara pembakaran, termasuk temuan di sejumlah lokasi yang berkaitan dengan pembukaan lahan untuk perkebunan.

Aulia menyebut Kapolda Kalimantan Timur telah mengeluarkan maklumat terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurutnya, pemerintah daerah mendukung penuh langkah aparat penegak hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran secara sengaja.

“Maklumat dari Pak Kapolda terkait dengan kebakaran hutan ini tidak ada ampun dan bahkan Bapak Presiden sendiri sudah mengatensi bahwa tidak ada ampun untuk aksi-aksi korporasi, baik itu aksi-aksi korporasi untuk melakukan pembukaan lahan dengan cara pembakaran hutan ini,” tegasnya kepada awak media di halaman Kantor BPBD Kukar pada Jumat (11/9/2026).

Ia mengatakan, pemerintah daerah juga menerima laporan mengenai adanya lima orang yang diamankan di wilayah Muara Kaman terkait kasus kebakaran hutan dan lahan.

“Kami dapat laporan di Muara Kaman kemarin, ada lima orang yang diamankan, sudah dibawa ke Polsek untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait dengan kebakaran hutan ini,” ungkapnya.

Pemkab Kukar, lanjut Aulia, mendukung langkah aparat penegak hukum dalam mengusut penyebab kebakaran tersebut.

Dia menilai kebakaran tidak terjadi begitu saja dan perlu ditelusuri penyebab maupun pemicunya, terlebih apabila terdapat unsur kesengajaan.

“Kita paham bahwa api ini kan tidak muncul serta-merta, pasti ada trigger-nya. Nah, trigger-nya ini ketika dilakukan dalam proses kesengajaan maka langkah-langkah hukum sebagaimana mestinya itu akan kita dorong,” katanya.

Ia juga menyampaikan perkembangan penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kukar.

Menurut Aulia, kondisi karhutla di Kecamatan Muara Badak saat ini telah berhasil dikendalikan setelah pemerintah bersama berbagai unsur melakukan operasi pemadaman, termasuk melalui water bombing selama dua hari.

Dia mengatakan, pemerintah daerah terus memantau perkembangan karhutla melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

“Kita punya grup yang terdiri dari seluruh stakeholder yang ada, dari pemerintah daerah. Pemerintah daerah itu ada dari BPBD, dari Damkar, dari kecamatan, dan teman-teman relawan di lapangan, ada juga dari TNI, dari Polri,” ujarnya.

Melalui wadah koordinasi tersebut, perkembangan kondisi karhutla di berbagai wilayah Kukar terus diperbarui setiap saat. Dengan pola koordinasi itu, pemerintah dapat mengetahui lokasi kebakaran dan segera menentukan langkah penanganan.

Ia mengungkapkan, pada Kamis malam terdapat kebakaran yang cukup besar di wilayah Muara Kaman dan Kota Bangun. Namun, berdasarkan pemantauan pada Jumat pagi, api di kedua wilayah tersebut telah berhasil dipadamkan.

“Yang memang agak sedikit besar itu di daerah Muara Kaman dan Kota Bangun. Akan tetapi pagi ini kami monitor itu sudah padam,” katanya.

Sementara itu, Muara Badak menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus pemerintah karena titik kebakaran berada di sekitar infrastruktur vital.

Aulia menyebut kebakaran di wilayah Saliki dan Nilam sempat menjadi konsentrasi penanganan karena lokasinya berdekatan dengan jaringan pipa serta fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) yang berada di kawasan tersebut. Namun, kondisi kebakaran di kawasan itu kini telah berhasil dikendalikan.

Upaya pemadaman di Muara Badak dilakukan selama dua hari dengan dukungan operasi water bombing. Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah daerah, operasi tersebut berhasil membantu mengendalikan kebakaran. “Kondisinya ini bisa kita kendalikan,” ungkapnya.

Ia menyebut lokasi kebakaran di Saliki dan Sanipah menjadi salah satu kawasan yang mendapat pengawasan ketat karena terdapat jaringan pipa yang harus dilindungi dari ancaman api.

“Konsentrasi kita ke sana. Teman-teman di sana melaporkan terus setiap saat kondisi yang ada di sana,” jelasnya.

Menurutnya, jarak titik api dengan pipa gas di kawasan tersebut sempat cukup dekat, sehingga seluruh unsur dikerahkan untuk memastikan api tidak menjalar dan mengancam infrastruktur vital.

“Sekitar 200 meter kalau tidak salah, sudah hampir mendekati pipa gas yang ada di sana,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh Damkar, BPBD, perusahaan swasta di sekitar lokasi, TNI, dan Polri. “Kita bekerja sama untuk melakukan proses pemadaman api ini,” tuturnya.

Menurutnya, koordinasi seluruh unsur yang terlibat menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan karhutla. Ketika muncul titik api baru dalam skala kecil, petugas di lapangan dapat segera melakukan penanganan sebelum api meluas.

“Sekarang kita seluruh elemen yang ada ini terkoneksi, terkoordinasi dengan baik sehingga ketika muncul api-api kecil itu bisa kita tangani dengan baik,” tuturnya.

Penanganan karhutla di Kukar juga melibatkan badan usaha yang beroperasi di wilayah tersebut. Dia menyebut perusahaan turut aktif dalam penanganan kebakaran dengan berkoordinasi bersama tim pemerintah dan petugas di lapangan.

Selain itu, Pemkab Kukar telah membentuk tim terpadu di masing-masing kecamatan. Tim tersebut dipimpin oleh camat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca).

Tim kecamatan menjadi ujung tombak penanganan awal apabila terjadi kebakaran di wilayah masing-masing.

“Sehingga untuk tahap awal ketika terjadi kebakaran, itu ditangani oleh teman-teman tim kecamatan dulu,” jelasnya.

Apabila kebakaran tidak mampu ditangani oleh tim di tingkat kecamatan, mereka dapat meminta bantuan kepada pemerintah kabupaten.

Tim di tingkat kabupaten, sambungnya, telah disiapkan untuk mengirimkan unit maupun personel guna membantu proses pemadaman di lapangan.

“Teman-teman di kabupaten itu setiap saat siap untuk mengirim, baik itu unit maupun personel, membantu teman-teman yang ada di lapangan, yang ada di kecamatan,” ujarnya.

Aulia menilai penanganan karhutla membutuhkan upaya yang sangat besar dari seluruh pihak, terutama petugas dan relawan yang berada di lapangan.

Dia mengapresiasi kerja keras personel BPBD, pemadam kebakaran, relawan, TNI, Polri, masyarakat, serta berbagai unsur lainnya yang terlibat langsung dalam proses pemadaman. “Effort untuk memadamkan api sangat besar,” ujarnya.

Ia memantau perkembangan penanganan karhutla dan melihat langsung besarnya pengorbanan para petugas serta relawan dalam menghadapi kebakaran.

“Saya melihat dan memonitor setiap saat itu bagaimana pengorbanan kawan-kawan relawan, baik itu dari Damkar, BPBD, di lapangan, bahkan masyarakat yang ada di lapangan untuk memadamkan api. Itu effort-nya sangat luar biasa,” katanya.

Karena itu, Aulia berharap persoalan karhutla tidak hanya diselesaikan melalui pemadaman, tetapi juga melalui upaya pencegahan dan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti menjadi penyebab kebakaran.

“Kami sudah mengatensi dengan teman-teman dari aparat penegak hukum, baik itu kejaksaan, kepolisian, untuk kasus karhutla ini. Kita berharap itu bisa ditindak tegas sebagaimana mestinya,” tegas dia. (*)

Penulis: Arif Rahmansyah
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA