Search

Bolehkah CSR Digunakan untuk Pembangunan Auditorium Unikarta?

Pengamat CSR dari Unikarta, Martain. (Dok. Berita Alternatif)

BERITAALTERNATIF.COM – Pengamat Corporate Social Responsibility (CSR) dari Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Martain, memberikan pandangan terkait rencana perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Kutai Kartanegara, khususnya PT Bayan Resources, dalam mendukung pembangunan auditorium Unikarta melalui skema CSR.

Menurutnya, tidak ada persoalan jika pembangunan fasilitas pendidikan melibatkan pihak swasta, selama sesuai regulasi dan memiliki komitmen untuk pembangunan daerah.

Dia menjelaskan bahwa praktik kerja sama antara perguruan tinggi dan perusahaan swasta melalui CSR bukanlah hal baru.

Banyak kampus di Indonesia yang telah membangun fasilitas publik dengan dukungan perusahaan. Selama perusahaan memiliki itikad baik untuk ikut berkontribusi pada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), hal tersebut dinilai justru positif.

“Sebenarnya secara regulatif tidak ada yang melarang. Kalau pihak swasta punya keinginan kuat untuk membangun SDM di Kukar, itu justru jauh lebih bagus. Di kampus lain pun banyak gedung yang dibangun dari CSR,” jelasnya kepada awak media Berita Alternatif di Tenggarong pada Selasa (9/12/2025).

Terkait skema pendanaan, ia menyebut bahwa pembangunan auditorium dapat dilakukan oleh satu perusahaan jika perusahaan tersebut mampu menanggung seluruh biaya. Namun jika tidak, kolaborasi antarperusahaan juga memungkinkan.

Hingga saat ini, kata Martain, PT Bayan merupakan perusahaan yang sudah menyatakan minat paling kuat untuk terlibat dalam pembangunan auditorium tersebut.

Bahkan, proses peletakan batu pertama sempat direncanakan. Namun kegiatan itu belum terlaksana karena adanya beberapa hal yang belum final dalam pembahasan internal.

Dia menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam pembangunan fasilitas pendidikan seperti auditorium memiliki nilai strategis bagi citra perusahaan.

Sebagai perusahaan yang mengelola sumber daya alam di Kukar, kontribusi terhadap pendidikan dinilai sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral.

“Mereka ingin membangun citra yang baik. Dengan berinvestasi pada sektor pendidikan, perusahaan menunjukkan bahwa mereka peduli pada pembangunan SDM Kukar,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kampus merupakan simbol tempat berkumpulnya generasi muda daerah. Dengan membangun fasilitas kampus, perusahaan turut membangun masa depan Kukar.

Menurutnya, sektor pendidikan merupakan salah satu dimensi penting dalam CSR selain sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dalam konteks Kukar yang sedang gencar memperbaiki kualitas SDM, investasi CSR ke perguruan tinggi dinilai sangat strategis.

“Dengan membangun kampus, perusahaan sebenarnya sedang membangun daerah sejak awal. Itu menjadi prioritas jika mereka ingin tampil baik di mata publik,” tegasnya.

Menutup pandangannya, Martain berharap semakin banyak perusahaan di Kukar yang terlibat dalam pembangunan fasilitas pendidikan Unikarta, khususnya auditorium yang menjadi kebutuhan penting bagi aktivitas universitas.

“Publik kampus sangat menunggu itu, karena manfaatnya juga besar, bukan hanya untuk kampus tetapi juga untuk masyarakat Kukar,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ulwan Murtadha
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA