Search

BEM Unikarta Desak Kejelasan APBD-P Kukar, Ancam Aksi jika Beasiswa Tak Segera Cair

Ketua BEM Unikarta Muhammad Ibnu Ridho saat menyampaikan aspirasi kepada DPRD Kukar. (Berita Alternatif/M. As'ari)

BERITAALTERNATIF.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menyuarakan kekecewaan usai menghadiri pertemuan dengan DPRD Kukar terkait pembahasan realisasi Beasiswa Kukar Idaman tahap kedua.

Ketua BEM Unikarta Muhammad Ibnu Ridho mengatakan bahwa mahasiswa belum memperoleh hasil konkret dari pertemuan dengan DPRD Kukar.

Ridho membantah langkah yang diambil BEM Unikarta atas arahan dari Pemkab Kukar, yang bertujuan menekan DPRD Kukar untuk segera mengesahkan APBD-P 2025.

“Kita juga terlepas dari pada pihak mana pun. Seolah-olah kita ini titipan dari pada eksekutif. Ini kan berbahaya framing seperti itu,” ucapnya kepada awak media usai RDP bersama DPRD Kukar, Selasa (23/9/2025).

Alih-alih mendapatkan kejelasan realisasi beasiswa, dia menjelaskan rapat bersama DPRD Kukar justru beralih ke pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara yang terhambat.

Karena itu, ia menegaskan tenggat waktu penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) harus jelas. Pasalnya, realisasi Beasiswa Kukar Idaman tahap kedua juga bergantung pada pengesahan APBD-P.

Ridho memberikan tenggat waktu hingga 25 September kepada DPRD Kukar untuk mengesahkan APBD-P 2025.

“Jika belum ada titik terang akan penetapan APBD Perubahan per tanggal 25 September ini, nanti kawan-kawan akan melaksanakan aksi,” tegasnya.

Selain itu, dia menyayangkan ketidakhadiran Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam rapat pembahasan anggaran bersama DPRD Kukar.

Ia menilai hal itu menjadi salah satu penghambat kejelasan proses pembahasan APBD-P 2025.

Ridho meminta komitmen TAPD agar menghadiri seluruh tahapan pembahasan APBD-P 2025 sehingga bisa segera dirampungkan dan disahkan oleh DPRD Kukar.

“Jika memang tidak ada, mungkin kawan-kawan akan silaturahmi lagi ke Ketua TAPD,” ujarnya.

BEM Unikarta, lanjutnya, berkomitmen untuk mengawal proses pembahasan APBD-P secara ketat.

Ridho menegaskan bahwa Beasiswa Kukar Idaman tahap kedua sangat penting untuk segera direalisasikan.

“Kami sangat berharap untuk realisasi beasiswa ini. Seperti apa pun proseduralnya, serumit apa pun prosesnya, harapannya bisa dengan cepat terlaksana,” imbuhnya.

Dia mengungkapkan, ribuan mahasiswa penerima beasiswa sangat bergantung pada bantuan tersebut untuk membantu biaya pendidikan.

Ia menyebut mereka harus segera membayar uang kuliah tunggal, biaya kontrak, serta membiayai kebutuhan sehari-hari.

“Banyak penerima beasiswa ini kan mayoritas dari golongan yang kurang mampu. Maka dari itu, secepat-cepatnya bisa terealisasikan dengan baik,” tutupnya. (*)

Penulis: M. As’ari
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA