BERITAALTERNATIF.COM – Dalam sebuah pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Sabtu (28/2/2026), dewan tersebut menyatakan bahwa rakyat Iran menjadi sasaran agresi gabungan AS-Israel pada pagi hari yang menghantam sejumlah pusat di seluruh negeri.
Pernyataan itu menyebut serangan terjadi di tengah negosiasi yang sedang berlangsung, dan menggambarkannya sebagai “upaya pengecut” yang bertujuan menekan bangsa Iran yang tangguh.
Menurut dewan tersebut, Angkatan Bersenjata Iran telah meluncurkan respons balasan yang tegas, dan akan terus diperbarui mengenai perkembangan situasi.
Pengumuman itu juga memperingatkan bahwa serangan lebih lanjut oleh rezim AS dan Israel diperkirakan terjadi di Teheran dan kota-kota lainnya. Warga diminta tetap tenang, menghindari pusat-pusat kota jika memungkinkan, dan mengambil langkah-langkah pencegahan terhadap potensi risiko.
Dewan tersebut meyakinkan publik bahwa pemerintah telah menyiapkan pasokan kebutuhan pokok sebelumnya, serta menyarankan warga untuk menghindari pusat perbelanjaan yang ramai guna meminimalkan risiko.
Selain itu, sekolah dan universitas akan tetap ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut, sementara bank tetap memberikan layanan dan kantor-kantor pemerintah beroperasi dengan kapasitas 50 persen.
Di antara dampak serangan gabungan terhadap Iran, sedikitnya 36 siswi sekolah dasar perempuan dilaporkan tewas dalam serangan Israel, menurut laporan kantor berita IRNA yang mengutip otoritas setempat.
Serangan Israel tersebut menargetkan distrik Minab di Provinsi Hormozgan, Iran selatan, lapor IRNA, seraya menambahkan bahwa otoritas lokal mengonfirmasi korban jiwa terjadi setelah serangan di distrik tersebut.
Serangan di Provinsi Hormozgan ini menjadi laporan resmi pertama mengenai korban siswa sekolah dasar Iran akibat serangan Israel hari ini.
Belum ada rincian lebih lanjut yang segera diberikan oleh otoritas setempat terkait kondisi serangan atau dampak lebih luas dari serangan tersebut.
Pesawat tempur Israel menyerang Iran pada Sabtu dini hari dalam sebuah tindakan agresi besar, dengan Menteri Keamanan Israel, Israel Katz, menggambarkannya sebagai apa yang disebut “serangan pendahuluan” (pre-emptive strike). Serangan tersebut menargetkan wilayah di pusat Teheran dan area lainnya.
Menurut Fars News Agency, ledakan terdengar di bagian utara dan timur ibu kota, menandakan meluasnya cakupan serangan.
Media Iran melaporkan bahwa rudal jatuh di Jalan Daneshgah dan kawasan Jomhouri, menimbulkan kekhawatiran terhadap infrastruktur sipil di distrik padat penduduk. Menurut Mehr News Agency, ledakan juga terdengar di Isfahan, Qom, Lorestan, Karaj, dan Kermanshah.
Selain itu, seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bahwa beberapa kementerian di Teheran selatan turut menjadi sasaran serangan. (*)
Sumber: Al Mayadeen












