BERITAALTERNATIF.COM – DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT PLN untuk meminta penjelasan terkait pemadaman listrik yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani mengatakan pembahasan tersebut diperlukan untuk mengetahui penyebab pemadaman dan memastikan pelayanan kelistrikan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Supaya itu bekerja sesuai dengan seharusnya, sesuai dengan konsumsi kebutuhan PLN. Supaya tidak ada lagi alasan bagi PLN untuk mematikan lampu,” ucap Yani kepada awak media Berita Alternatif di Kantor DPRD Kukar pada Rabu (23/9/2026).
Dia mengatakan DPRD kemungkinan akan mengundang PLN dalam waktu dekat untuk membahas persoalan tersebut.
“Nanti kita akan RDP. Mungkin dalam waktu dekat,” ujarnya.
Menurutnya, pemadaman listrik perlu mendapat penjelasan karena Kukar disebut berada dalam kondisi surplus listrik.
Ia mempertanyakan penyebab pemadaman yang masih terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Tenggarong.
“Kenapa kok terjadi juga misalnya di Kutai Kartanegara? Padahal kita ini kan surplus distrik. Kenapa kok mati lampu? Masalahnya di mana?” katanya.
Meski demikian, Yani meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa pemadaman terjadi karena PLN mengalami kebangkrutan atau kerugian.
Dia menilai perlu ada penjelasan dari PLN mengenai kondisi sebenarnya, termasuk apabila pemadaman disebabkan faktor teknis atau adanya pekerjaan perbaikan jaringan.
“Mungkin ada aktivitas lain yang memang mengharuskan untuk dimatikan listriknya,” ujarnya.
Karena itu, DPRD Kukar akan meminta klarifikasi kepada PLN mengenai alasan pemadaman yang terjadi di wilayah Kukar.
Ia berharap masyarakat tetap tenang sembari menunggu penjelasan resmi mengenai persoalan tersebut.
“Semoga masyarakat juga tenang, bersabar, supaya juga bisa menerima. Kalau belum mengetahui alasannya, kan tidak usah marah-marah dulu. Tenang dulu,” katanya.
Yani menegaskan bahwa DPRD akan meminta penjelasan langsung dari PLN agar persoalan pemadaman listrik dapat diketahui secara jelas.
“Nanti kami kan tentu juga akan mengundang. Kita minta klarifikasi, apa sih (penyebab) dimatikan listriknya itu,” pungkasnya. (*)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin











