Search

Atasi Banjir di Tenggarong, BPBD Kukar: Harus Gunakan Solusi Jangka Panjang

Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kukar, Syaiful Muhammady. (Istimewa)

BERITAALTERNATIF.COM – Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi kemarin menyebabkan banjir di sejumlah titik di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur.

Genangan air yang meluap dari Sungai Mahakam tak hanya merendam rumah warga, tetapi juga menutup akses jalan di berbagai kawasan.

Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar Syaiful Muhammady mengatakan bahwa banjir terjadi akibat kombinasi antara curah hujan tinggi dan air Sungai Mahakam yang meluap ke kawasan padat penduduk.

Dia menyebut banjir menggenangi sejumlah wilayah Tenggarong seperti Kelurahan Panji, Melayu, Kampung Baru, dan Timbau.

Di Kelurahan Timbau, banjir semakin parah karena wilayah ini merupakan kawasan rendah yang hanya mengandalkan satu jalur saluran pembuangan. Saat hujan tidak turun, kawasan tersebut dinilainya tetap rawan terendam akibat luapan air Sungai Mahakam.

Secara teknis, kata Syaiful, permasalahan utamanya terletak pada keterbatasan infrastruktur drainase.

Ia menyebut masih banyak kawasan di Tenggarong yang hanya memiliki satu saluran pembuangan air, sehingga tidak mampu menampung debit air yang dipicu oleh curah hujan yang intens.

Syaiful mencontohkan saluran kecil di belakang MAN 1 Tenggarong yang sulit diperluas karena berbatasan langsung dengan lahan milik warga.

“Di daerah Timbau ini rata-rata semuanya banjir, kecuali yang agak tinggi rumahnya. Kalau lainnya pasti terendam semua karena memang saluran pembuangannya kecil,” jelasnya kepada awak media Berita Alternatif pada Selasa (27/5/2025).

Sebagai solusi jangka panjang, ia menekankan, perlu kerja sama lintas sektor yang melibatkan Dinas Pekerjaan Umum Kukar untuk merancang proyek yang fokus memperluas saluran drainase.

Ia meyakini pembebasan lahan untuk menambah saluran drainase sebagai satu-satunya solusi untuk mengurangi banjir di Tenggarong.

Upaya pembebasan lahan disebutnya bukan hal yang mudah serta menjadi tantangan tersendiri yang belum terselesaikan hingga kini.

“Satu contoh di (Jalan) Stadion kan ada beberapa rumah yang tidak mau dibongkar untuk buat saluran air. Ada persis di jalan dekat lapangan tenis itu yang tidak mau dibongkar. Kalau sudah ada rumah, itu bingung juga,” sambungnya.

Sebagai langkah jangka pendek, BPBD Kukar melakukan pemantauan rutin serta membantu penyedotan genangan air di titik-titik terdampak.

Namun, ungkap Syaiful, permukaan air Sungai Mahakam yang masih tinggi membuat proses pengeringan belum bisa dilakukan secara optimal.

Rencana pelebaran dan penambahan drainase di kawasan Jalan Jelawat dan Danau Uwis dianggap sebagai langkah vital karena memiliki dampak signifikan untuk mengurangi intensitas banjir yang menimpa dua kelurahan.

Tanpa solusi dari pemerintah, ia khawatir banjir musiman di Tenggarong akan terus berulang sehingga menjadi persoalan yang tak tertuntaskan.

“Solusinya masih itu. Pembebasan lahan. Kita bikin lebih besar lagilah. Ibaratnya kan saluran pembuangannya itu atau dibuat drainase lagi,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA