BERITAALTERNATIF.COM – Aliansi Tiga Ormas Daerah mendesak PT PLN (Persero) memberikan penjelasan terkait pemadaman listrik bergilir yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Pemadaman tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat hingga menyebabkan kerugian bagi pelaku usaha.
Desakan itu disampaikan saat Aliansi Tiga Ormas Daerah yang terdiri dari Remaong Kutai Menamang, Remaong Kutai Berjaya, dan Kayuh Baimbai mendatangi Kantor PLN ULP Tenggarong, Selasa (27/10/2026).
Dalam audiensi bersama Manager Umum PLN ULP Tenggarong, Dwi Haryadi, perwakilan ormas mempertanyakan penyebab pemadaman, kejelasan jadwal, wilayah terdampak, hingga mekanisme pertanggungjawaban atas kerugian masyarakat.
Namun, pertemuan tersebut belum menghasilkan kesimpulan yang memuaskan. Pihak PLN mengaku belum mengetahui secara pasti persoalan teknis yang menyebabkan pemadaman di Kukar.
Ketua Harian Aliansi Tiga Ormas Daerah, Moch Sadam Jordi, mengatakan kedatangan mereka bertujuan meminta penjelasan langsung dari PLN mengenai persoalan kelistrikan yang meresahkan masyarakat.
Menurut Jordi, informasi mengenai jaringan yang mengalami gangguan, lokasi perbaikan, dan jadwal pemadaman masih belum jelas.
“Kami ingin tahu sebenarnya apa penyebab pemadaman ini. Jaringan mana yang bermasalah, sedang diperbaiki di mana, dan sampai kapan pemadaman berlangsung,” ujarnya.
Dia juga mempertanyakan pemberitahuan jadwal pemadaman di Senin 26 Oktober pada pukul 18.00 hingga 22.00 Wita. Ia mengaku bingung karena listrik tiba-tiba menyala setelah pihaknya melakukan aksi, padahal jadwal pemadaman yang disampaikan masih berlangsung.
Selain persoalan informasi, Jordi menyoroti kerugian yang dialami masyarakat akibat pemadaman listrik.
Dia menyebut laporan yang diterima aliansi mencakup kerusakan peralatan elektronik dan instalasi rumah, serta terganggunya kegiatan usaha.
Ia meminta masyarakat yang mengalami kerugian untuk mendokumentasikan kejadian dan menyimpan barang bukti sebagai bahan laporan.
“Kami mengajak masyarakat yang merasa dirugikan untuk menyampaikan keluhannya. Kalau ada peralatan yang rusak, dokumentasikan dan simpan barang buktinya agar bisa ditindaklanjuti,” katanya.
Jordi menyebut pihaknya akan melakukan konsolidasi bersama masyarakat Kukar yang terdampak pemadaman untuk membahas langkah selanjutnya. Rencana memblokir akses Kantor PLN juga akan dibicarakan bersama tim apabila persoalan tersebut belum mendapatkan kejelasan.
Kekhawatiran terhadap risiko kebakaran akibat gangguan kelistrikan turut menjadi perhatian aliansi. Dia mengatakan kekhawatiran itu muncul karena adanya pengalaman kejadian sebelumnya yang membuat masyarakat waswas terhadap kondisi instalasi listrik.
Dampak pemadaman juga dirasakan pelaku usaha, termasuk barbershop yang bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan peralatan kerja.
Ketua Komunitas Barber Tenggarong Baja, Agung Prasetyo, mengatakan pemadaman yang berlangsung lebih dari tiga bulan telah mengganggu pelayanan kepada pelanggan.
Menurut Agung, pemadaman kerap terjadi ketika usaha sedang ramai. Akibatnya, pelanggan tidak bisa menyelesaikan layanan potong rambut dan operasional usaha terpaksa terhenti.
“Kalau listrik mati saat pelanggan ramai, pekerjaan kami langsung terganggu. Ada pelanggan yang akhirnya tidak bisa menyelesaikan potong rambut,” ujar Agung.
Dia memperkirakan kerugian yang dialami usahanya mencapai Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per hari ketika pemadaman terjadi. Angka tersebut merupakan perkiraan kerugian dari usaha yang dikelolanya.
Agung juga menyebut pemadaman mengganggu penggunaan peralatan usaha, bahkan menimbulkan kekhawatiran terhadap kerusakan perangkat elektronik.
Dia berharap PLN memberikan kejelasan sekaligus mempertanggungjawabkan dampak pemadaman yang dirasakan pelaku usaha.
“Kerugian kami bukan cuma soal pelanggan yang batal potong rambut. Operasional juga terganggu, sementara kami tetap harus menjalankan usaha,” katanya.
Manager Umum PLN ULP Tenggarong, Dwi Haryadi, menjelaskan gangguan pasokan listrik terjadi karena sejumlah pembangkit mengalami kendala. Kondisi tersebut meliputi penurunan kemampuan operasi pembangkit maupun kegiatan pemeliharaan.
Meski demikian, Dwi belum dapat memastikan berapa lama pemeliharaan berlangsung dan kapan pasokan listrik kembali normal.
Dia mengatakan informasi teknis mengenai kondisi pembangkit dan kepastian pemulihan pasokan berada dalam kewenangan manajemen PLN di tingkat atas.
Ia menjelaskan, PLN ULP Tenggarong menangani pelayanan kepada pelanggan, termasuk distribusi dan pemasangan listrik. Sementara itu, informasi terperinci mengenai penyebab teknis pemadaman belum dapat dipastikan pihaknya.
Dwi juga menyebut gangguan pasokan listrik tidak hanya terjadi di Kukar, tetapi turut berdampak pada wilayah lain di Kalimantan.
Terkait permintaan kompensasi, pihak PLN menyampaikan bahwa masyarakat yang mengalami kerugian dapat melaporkannya ke Polres Kukar.
Belum adanya kepastian mengenai penyebab dan waktu pemulihan pasokan listrik membuat tuntutan masyarakat terhadap PLN belum terjawab sepenuhnya. Aliansi Tiga Ormas Daerah menyatakan akan membahas langkah lanjutan bersama masyarakat yang merasa dirugikan akibat pemadaman tersebut. (*)
Penulis: Arif Rahmansyah
Editor: Ufqil Mubin











