Search

Aliansi Nasional Anti Zionis Kecam Agresi Israel terhadap Iran

Kepulan asap terlihat di Teheran, pada Sabtu, 28 Februari 2028. (Getty Foto)

BERITAALTERNATIF.COM – Aliansi Nasional Anti Zionis (ANAZ) mengeluarkan pernyataan sikap resmi menyusul serangan udara yang dilancarkan Israel terhadap sejumlah kota di Republik Islam Iran. Pernyataan tersebut tertuang dalam dokumen bernomor 001/PS/ANAZ/II/2026 tertanggal 28 Februari 2026.

Dalam siaran itu, ANAZ menyebut serangan yang menghantam sejumlah kota seperti Teheran, Qom, Isfahan, Kermansah, Khoramabbad, Lorestan, Karaj, dan wilayah lainnya sebagai bentuk agresi militer yang melanggar kedaulatan negara berdaulat serta bertentangan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum internasional.

ANAZ secara tegas mengutuk serangan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional.

Organisasi ini juga menilai bahwa penargetan wilayah padat penduduk dan pusat-pusat kota merupakan bentuk “terorisme negara” yang berpotensi memicu eskalasi perang besar di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataannya, ANAZ menuding tindakan tersebut sebagai upaya sistematis untuk menyeret kawasan dan dunia ke dalam konflik terbuka yang berdampak pada stabilitas ekonomi dan keamanan global.

Selain mengecam serangan, ANAZ juga mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia, organisasi kemasyarakatan, serta aktivis kemanusiaan untuk meningkatkan solidaritas dan menyuarakan penolakan terhadap zionisme.

Organisasi tersebut turut mengimbau masyarakat dan tokoh lintas agama agar mewaspadai gerakan yang mereka sebut sebagai Board of Peace atau inisiatif perdamaian semu lainnya, yang menurut ANAZ berpotensi menjadi instrumen propaganda dan melemahkan solidaritas anti-zionis di tingkat akar rumput.

Dalam poin terakhir pernyataannya, ANAZ menyatakan sikap mendukung Iran dalam mempertahankan diri dari apa yang mereka sebut sebagai agresi brutal zionis.

Mereka menilai perlawanan Iran sebagai bagian dari perjuangan global melawan imperialisme dan penjajahan di kawasan.

Pernyataan tersebut ditutup dengan kalimat, “Kejahatan diam adalah pengkhianatan terhadap kemanusiaan. Kami berdiri bersama mereka yang mempertahankan tanah airnya dari penjajahan dan agresi.” (*)

Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA