BERITAALTERNATIF.COM – Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Ahmad Yani optimis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dapat memiliki sebagian saham di PT Bayan Resources Tbk.
Yani mengatakan, keterbatasan kemampuan daerah saat ini membuat pemerintah belum mampu membeli saham perusahaan besar.
Namun, dia meyakini kondisi tersebut dapat berubah sehingga pemerintah daerah juga memiliki kesempatan untuk mengambil bagian dalam kepemilikan perusahaan yang beroperasi di Kukar.
Menurutnya, kepemilikan saham dapat menjadi salah satu peluang bagi daerah untuk mendapatkan manfaat lebih besar dari aktivitas perusahaan yang menjalankan usaha di wilayah Kukar.
“Kita harap bukan saja investor, orang per orang, perusahaan atau korporasi, tetapi daerah juga mampu mempunyai saham (Bayan Grup),” katanya saat diwawancara awak media seusai kegiatan Rapat Paripuran di Ruang Rapat Utama DPRD Kukar, Senin (28/9/2026).
Ia mengakui kemampuan pemerintah kabupaten maupun pengusaha lokal saat ini masih belum mampu menandingi kekuatan perusahaan besar seperti Bayan.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi salah satu tantangan yang perlu dihadapi pemerintah daerah untuk meningkatkan kemampuan investasi melalui berbagai instrumen yang dimiliki.
Yani berharap Pemkab Kukar melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dapat memperkuat kapasitasnya, sehingga mampu mengambil peluang investasi pada perusahaan-perusahaan besar.
“Kalau kemampuan BUMD kita sudah kuat, tentu peluang untuk membeli saham perusahaan besar akan semakin terbuka,” ujarnya.
Dia menyebut kepemilikan saham oleh pemerintah daerah tidak hanya berkaitan dengan Bayan Group.
Peluang serupa, lanjutnya, juga dapat diarahkan kepada perusahaan-perusahaan besar lainnya yang menjalankan kegiatan usaha di Kukar.
Ia berharap keberadaan perusahaan besar di daerah dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi pemerintah daerah untuk mengambil bagian dalam aktivitas ekonominya, termasuk melalui kepemilikan saham.
Yani menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya berperan dalam menciptakan iklim investasi dan menerima manfaat dari kegiatan perusahaan, tetapi juga dapat memiliki bagian dalam usaha tersebut.
“Perusahaan-perusahaan dengan skala besar harus menjadi perhatian pemerintah daerah dalam melihat peluang investasi jangka panjang,” imbuhnya.
Dia menyebut perusahaan multinasional maupun perusahaan yang memiliki skala usaha internasional juga dapat menjadi bagian dari sasaran kepemilikan saham daerah apabila kemampuan pemerintah telah mencukupi.
“Jadi, bukan hanya Bayan Group, perusahaan-perusahaan besar lainnya yang ada di Kukar juga harus kita lihat peluangnya agar ke depan bisa ikut dimiliki daerah,” tutup Yani. (adv)
Penulis: Ahmad Rifa’i
Editor: Devi Nila Sari











