Search

84 Warga Palestina Gugur Lagi, Jumlah Syuhada Gaza Mencapai 64.231 Orang

Serangan brutal militer Zionis Israel mengakibatkan puluhan orang di Gaza syahid. (Mehr News)

BERITAALTERNATIF.COM – Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan gugurnya 84 orang akibat serangan terbaru rezim Zionis di Jalur Gaza hanya dalam 24 jam terakhir.

Menurut laporan yang dikutip dari Palestina Online, perang genosida yang dilancarkan oleh penjajah Israel di Jalur Gaza kini telah memasuki hari ke-699. Dalam rentang waktu itu, rezim Zionis terus melakukan berbagai kejahatan, termasuk pembunuhan, penghancuran, pengusiran massal, serta membuat rakyat Palestina kelaparan dengan sengaja.

Selama hampir dua tahun perang ini berlangsung, puluhan ribu warga Palestina telah terbunuh atau terluka. Sementara itu, nasib ribuan lainnya yang masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan atau dibiarkan tergeletak di jalanan, hingga kini belum diketahui.

Dalam pernyataan terbarunya, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menegaskan bahwa dalam 24 jam terakhir selain 84 korban syahid, terdapat 338 orang yang mengalami luka-luka akibat serangan brutal Zionis.

Selain itu, kementerian juga melaporkan tragedi di pusat-pusat distribusi bantuan kemanusiaan. Hanya dalam sehari, 17 orang meninggal dunia dan 174 lainnya luka-luka di lokasi distribusi tersebut.

Dengan demikian, jumlah warga Palestina yang syahid di pusat-pusat bantuan kini mencapai 2.356 orang, sementara korban luka bertambah menjadi 17.244 orang.

Sejak 18 Maret 2025, saat gelombang baru serangan Israel dimulai, sedikitnya 11.699 orang telah gugur syahid dan 49.542 lainnya mengalami luka.

Dengan angka tersebut, jumlah keseluruhan syuhada Palestina sejak 7 Oktober 2023 kini telah mencapai 64.231 orang, sedangkan jumlah korban luka mencapai 161.583 orang.

Tragedi ini memperlihatkan betapa serangan Israel tidak hanya menargetkan infrastruktur, tetapi juga secara sistematis menyasar warga sipil, termasuk mereka yang tengah berjuang mendapatkan bantuan kemanusiaan. (*)

Sumber: Mehr News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA