Search

22 Tahun Konsisten Gelar Aksi, DPW ABI Kaltim Terus Gaungkan Solidaritas Palestina pada Peringatan Yaumul Quds

Ketua DPW ABI Kalimantan Timur, Sayyid Thoriq Assegaff. (Dok. Berita Alternatif)

BERITAALTERNATIF.COM — Peringatan Yaumul Quds Internasional kembali digelar sebagai bentuk solidaritas umat Islam terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Ketua DPW Ahlul Bait Indonesia (ABI) Kalimantan Timur (Kaltim), Sayyid Thoriq Assegaff, menjelaskan bahwa gerakan Yaumul Quds memiliki akar historis yang kuat dan terus berkembang hingga kini, termasuk di Kaltim.

Menurutnya, Hari Al-Quds Internasional merupakan salah satu seruan awal yang difatwakan oleh Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ruhollah Khomeini, pada masa awal berdirinya Republik Islam Iran.

Fatwa tersebut mengajak seluruh umat Islam di dunia untuk turun ke jalan pada Jumat terakhir bulan Ramadan sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan pembebasan Al-Quds dan Palestina.

“Seruan itu pada awalnya memiliki daya getar yang sangat kuat di kalangan umat Islam. Revolusi Islam di Iran saat itu menjadi harapan baru bagi lahirnya gerakan kebangkitan umat Islam secara global,” ujar Sayyid Thoriq kepada awak media Berita Alternatif pada Jumat (13/3/2026).

Dia menjelaskan, semangat solidaritas yang lahir dari fatwa tersebut menunjukkan potensi besar umat Islam jika mampu bersatu. Namun, menurutnya, kekuatan besar tersebut tidak luput dari berbagai upaya pelemahan oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan persatuan umat.

Ia menilai sejak saat itu muncul berbagai isu yang memecah belah umat, termasuk penggiringan konflik mazhab antara Sunni dan Syiah.

Isu tersebut, kata Sayyid Thoriq, seringkali digoreng sedemikian rupa hingga memunculkan stigma dan perpecahan di tengah umat Islam.

“Yang ditentang sebenarnya bukan semangat solidaritasnya, tetapi sering kali mazhab yang dibawa oleh tokoh yang menyerukan fatwa tersebut. Akibatnya, pesan besar dari fatwa itu tidak sepenuhnya dipahami oleh semua kalangan,” jelasnya.

Meski demikian, dia menegaskan bahwa gerakan Hari Al-Quds tetap bertahan hingga sekarang dan telah berlangsung selama hampir lima dekade. Peringatan ini tidak hanya dilakukan di Iran, tetapi juga di berbagai negara di dunia.

“Ini bukan gerakan satu negara saja. Yaumul Quds adalah gerakan internasional yang gaungnya dirasakan di banyak negara,” katanya.

Di Indonesia sendiri, menurutnya, gerakan solidaritas Yaumul Quds mulai terlihat sejak awal 1990-an. Saat itu, sejumlah aktivis di Jakarta dan Surabaya mulai menggelar aksi solidaritas, meskipun dengan jumlah peserta yang masih terbatas.

“Di Jakarta misalnya, aksi-aksi solidaritas dilakukan di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Di Surabaya juga ada aksi di depan konsulat Amerika,” ujarnya.

Gerakan tersebut kemudian menjalar ke berbagai daerah, termasuk Kaltim. Sayyid Thoriq menyebutkan bahwa aksi Yaumul Quds pertama di Kaltim digelar pada tahun 2005. Saat itu, aksi tersebut diikuti oleh jumlah peserta yang sangat kecil.

“Pada tahun 2005 kami melakukan aksi Yaumul Quds pertama di Kukar dengan hanya delapan orang. Tahun berikutnya juga masih dalam jumlah yang sangat terbatas,” ungkapnya.

Namun baginya, jumlah peserta bukanlah ukuran utama dalam menggelar peringatan tersebut. Menurut Sayyid Thoriq, yang paling penting adalah menjaga konsistensi perjuangan dan solidaritas terhadap Palestina.

“Dalam kondisi seperti ini, yang paling penting bukan banyaknya orang yang hadir, tetapi konsistensi kita untuk terus menyuarakan keadilan bagi Palestina,” katanya.

Ia menambahkan, hingga tahun ini ABI Kaltim telah 22 kali menyelenggarakan peringatan Yaumul Quds secara berkelanjutan sejak pertama kali digelar pada 2005.

Sayyid Thoriq berharap peringatan tersebut dapat terus menjadi pengingat bagi umat Islam dan masyarakat dunia bahwa perjuangan rakyat Palestina masih membutuhkan dukungan global.

“Yaumul Quds adalah momentum untuk mengingatkan kembali dunia tentang pentingnya solidaritas dan keadilan bagi Palestina,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA