BERITAALTERNATIF – Donald Trump, Presiden Amerika Serikat berusia 79 tahun, pada hari Rabu menandatangani undang-undang anggaran sementara di Gedung Putih yang mengakhiri penutupan pemerintahan federal terpanjang dalam sejarah negara itu setelah berlangsung selama 43 hari.
Rancangan undang-undang tersebut sebelumnya lolos di Senat dengan selisih tipis, dan pada hari Rabu kembali disahkan di Dewan Perwakilan Rakyat dengan 222 suara setuju melawan 209 suara menolak. Dalam acara penandatanganan itu, Trump menggambarkan penutupan pemerintahan tersebut sebagai sesuatu yang “sangat menyakitkan” dan mengatakan bahwa seluruh aktivitas pemerintahan akan kembali berjalan normal.
Namun saat Trump menandatangani undang-undang itu di Ruang Oval, perhatian media tertuju pada hal lain: upaya jelas Presiden untuk menyembunyikan memar besar di tangan kanannya. Rekaman kamera menunjukkan ia berusaha menyembunyikan tangan kanan dengan meletakkannya di bawah meja atau di balik map berisi dokumen tersebut. Memar yang sudah terlihat di berbagai acara publik selama beberapa bulan itu kembali memunculkan pertanyaan tentang kondisi kesehatannya.
Ini bukan pertama kalinya Trump berusaha menyembunyikannya. Dalam sebuah acara di kediaman Mar-a-Lago di Florida, tangannya terlihat ditutupi lapisan makeup tebal. Beberapa foto terdahulu juga menunjukkan ia mencoba menutupinya dengan mengepalkan tangan, menaruh tangan di belakang podium, atau menutupinya dengan tangan kiri. Namun, meskipun Trump terus berusaha menghindari sorotan, fotografer tetap berkali-kali berhasil menangkap gambar memar tersebut.
Gedung Putih menepis kekhawatiran publik. Caroline Leavitt, juru bicara Gedung Putih, sebelumnya menyatakan bahwa memar itu hanya akibat “iritasi ringan pada jaringan lunak” yang disebabkan oleh jabat tangan yang terlalu sering serta konsumsi aspirin. Menurutnya, penggunaan aspirin merupakan bagian dari program pencegahan kardiovaskular standar Trump.
Selain isu memar tersebut, gerakan tubuh Trump dalam beberapa bulan terakhir juga banyak dianalisis. Pada bulan Agustus, saat menyambut Presiden Rusia Vladimir Putin di pangkalan militer bersama Elmendorf di Alaska, video yang beredar menunjukkan Trump kehilangan keseimbangan saat berjalan di karpet merah dan sedikit keluar jalur. Cara berjalan serupa juga terlihat pada beberapa kesempatan publik lainnya. Menanggapi tuduhan mengenai masalah keseimbangan Trump, Steven Cheung, Kepala Komunikasi Gedung Putih, membantahnya dan menyebut laporan tersebut “salah”, bahkan mengecam para pengkritik.
Setelah menandatangani undang-undang anggaran sementara itu, Trump tampak siap menjawab pertanyaan wartawan. Namun ia hanya berbicara selama satu menit sebelum meninggalkan ruangan tanpa menjawab pertanyaan mengenai email-email yang baru dirilis terkait kasus Jeffrey Epstein, seorang pengusaha kontroversial. Email tersebut dipublikasikan pada hari yang sama oleh Komite Pengawas Dewan Perwakilan Rakyat. Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terhadap pertanyaan seputar bocoran tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, Trump juga terlihat menghadiri sebuah acara olahraga. Ia hadir di Stadion Northwestern di negara bagian Maryland untuk menonton pertandingan tim sepak bola Amerika Washington Commanders. Ini adalah pertama kalinya seorang presiden menghadiri pertandingan reguler liga sepak bola Amerika dalam hampir lima dekade. Dalam foto-foto yang diambil dari acara tersebut, memar di tangan kanannya kembali terlihat jelas saat Trump memegang bingkai jersey yang diberikan oleh tim.
Meskipun kali ini ia tidak menggunakan makeup tebal untuk menutupinya, laporan dari beberapa media menunjukkan bahwa memar tersebut tampak menetap dan upaya berulang kali untuk menyembunyikannya terus memunculkan pertanyaan tentang kesehatan Trump. Pertanyaan-pertanyaan itu belum mendapat jawaban jelas dari Gedung Putih hingga saat ini. (*)
Sumber: Tasnim News
Penerjemah dan Editor: Ali Hadi Assegaf












