Search

The First Annual Conference on Islamic Education and Sharia Economy yang Digelar FAI Unikarta akan Berlangsung Semarak

Ketua Panitia, Mukmin. (Berita Alternatif/Ulwan Murtadha)

BERITAALTERNATIF.COM – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menggelar The First Annual Conference on Islamic Education and Sharia Economy di Pendopo Wakil Bupati Kukar pada Selasa (18/11/2025) pagi.

Kegiatan ilmiah ini menjadi konferensi perdana yang digagas kampus tersebut dan direncanakan menjadi agenda tahunan.

Ketua panitia Mukmin menjelaskan bahwa konferensi ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

“Acara The First Annual Conference on Islamic Education and Sharia Economy ini sebetulnya acara yang pertama kali kita gagas dan acara ini akan terus berlanjut. Jadi, acara conference atau annual conference ini akan kita lanjutkan di season berikutnya,” ujar dia saat diwawancarai di FAI Unikarta pada Senin (17/11/2025).

Ia menegaskan bahwa konferensi ini menjadi pembuka untuk agenda ilmiah tahunan Unikarta. “Karena ini pertama kita awali dengan agenda di tahun 2025 menjelang akhir tahun ini,” jelasnya.

Dia menyampaikan, ruang lingkup pembahasan konferensi akan semakin diperluas pada tahun-tahun mendatang.

“Ke depan barangkali bukan hanya isu kaitannya dengan pendidikan agama Islam maupun ekonomi syariah. Ketika ada isu yang lebih berkembang lagi, maka nanti kita akan coba untuk bahas di annual conference berikutnya,” katanya.

Panitia telah membuka pendaftaran melalui media sosial. Dari target 50 karya ilmiah, sebanyak 25 paper masuk ke meja panitia.

“Dan ada sekitar 25 paper yang masuk. Target kami sebetulnya 50 paper yang masuk, akan tetapi ada 25 paper. Dan itu pun sudah mewakili dari tingkat nasional. Saya melihat juga ada satu paper itu dari Filipina,” ungkapnya.

Ia menambahkan, peserta dari luar negeri akan difasilitasi melalui Zoom Meeting, sementara peserta yang hadir secara langsung akan mengikuti kegiatan di Pendopo Wakil Bupati Kukar.

Konferensi ini juga diikuti peserta dari sejumlah instansi pemerintah daerah. “Pesertanya itu ada dari lembaga instansi OPD terkait. Contoh misalkan dari Kemenag, kemudian dari mahasiswa, Diskop-UKM Kukar karena ada kaitannya dengan ekonomi syariah, BRIDA, Sekda, dan instansi OPD terkait,” terangnya.

Selain itu, panitia turut mengundang kampus-kampus mitra sebagai founding father kegiatan ilmiah ini.

“Kita juga mengundang beberapa founding father kita, yaitu kampus-kampus tetangga kita. Contoh misalkan yang bersinggungan langsung dengan ekonomi itu adalah terutama di Unikarta sendiri ada Febis Unikarta, STIE, Febis Unmul, Febis UINSI, kita mengundang semua, karena ini sifatnya ilmiah akademik,” jelasnya.

Ia menyebutkan bahwa mayoritas peserta berasal dari kalangan mahasiswa, baik dari dalam maupun luar Kukar. Meski banyak yang berminat hadir langsung, kapasitas ruangan di pendopo terbatas sehingga panitia menyediakan opsi partisipasi melalui Zoom.

“Banyak sebetulnya peserta yang ingin mengikuti secara offline namun terbatas di Pendopo Wakil Bupati Kukar dan kita fasilitasi melalui Zoom Meeting,” tuturnya.

Mukmin menjelaskan bahwa target dan luaran kegiatan telah tercantum jelas dalam Term of Reference (TOR).

Dia merinci empat outcome utama yang ingin dicapai melalui penyelenggaraan konferensi ilmiah perdana ini.

“Luaran daripada kegiatan ini yang pertama adalah peningkatan pemahaman dan wawasan terkait mengenai isu-isu terkini dan inovasi di bidang pendidikan maupun ekonomi syariah,” ujarnya.

“Kemudian yang kedua adalah terbentuknya jaringan kolaborasi riset antara institusi penyelenggara dengan institusi domestik dan internasional,” jelasnya.

Sementara itu, outcome ketiga adalah kontribusi pemikiran yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah maupun praktisi terkait pengembangan sektor pendidikan Islam dan ekonomi syariah.

“Karena yang kita angkat itu adalah islamic education dan syariah ekonomi,” terangnya.

Outcome keempat adalah peningkatan reputasi ilmiah institusi penyelenggara.

Ia menambahkan bahwa seluruh paper yang masuk akan menjadi bagian dari publikasi konferensi. “Paper yang sudah masuk itu akan kami seleksi dan akan kami masukkan di proceeding NGC. Insyaallah kita akan tingkatkan sampai ke ISBN,” ungkapnya.

Mukmin berharap konferensi ini mampu meningkatkan budaya ilmiah di lingkungan kampus. “Karena di kampus ini adalah salah satu penyumbang intelektual. Salah satu penyumbang untuk generasi intelektual ke depan sehingga kita harus kritis terhadap isu-isu berkembang saat sekarang ini,” katanya.

Dia menekankan bahwa isu-isu yang diangkat dalam konferensi sangat relevan dengan perkembangan mutakhir.

“Kaitannya dengan isu terkait mengenai islamic education maupun syariah ekonomi. Karena berbicara tentang peningkatan atau pendidikan agama Islam berbasis digital, pendidikan agama Islam berbasis AI, sekarang seksi kita bicarakan isu itu,” ujarnya.

Selain isu pendidikan, aspek ekonomi syariah juga menjadi sorotan penting. “Dan kemudian apalagi kaitannya dengan UMKM, kaitannya dengan sertifikasi halal, dan kaitannya dengan ekonomi berbasis digital itu juga menjadi isu yang penting kita diskusikan melalui annual conference ini,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ilmiah ini diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga memberikan rekomendasi konkret bagi pemerintah.

“Tentunya hasil kegiatannya nanti memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah,” tegasnya.

Mukmin memberi contoh implementasi yang bisa dilakukan dari hasil konferensi. “Contoh konkretnya UMKM yang belum tersertifikasi halal, kita bisa dorong, kita bisa kolaborasi dengan pemangku kebijakan harusnya seperti apa,” ujarnya.

Pada sektor pendidikan, dia menilai pentingnya dorongan kebijakan menuju pendidikan berbasis teknologi.

“Berikut juga dengan peningkatan pendidikan agama Islam yang hari ini sudah basisnya adalah edutek. Pendidikan yang basisnya teknologi itu juga tentunya kita harus rekomendasikan pendidikan kita itu harus seperti apa nantinya melalui kegiatan ini,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ulwan Murtadha
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA