BERITAALTERNATIF.COM – Pembangunan Taman Tematik Tenggarong yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kutai Kartanegara (Kukar) telah mencapai 60 persen.
Proyek strategis ini ditargetkan rampung pada November 2025 dan diharapkan menjadi ruang publik baru yang mampu menguatkan citra Tenggarong sebagai kota wisata.
Kepala DPU Kukar Wiyono menjelaskan bahwa taman tersebut dirancang untuk mendukung program besar menjadikan Tenggarong sebagai kota yang bersih, indah, dan representatif.
Kata dia, keberadaan Taman Tematik Tenggarong juga akan melengkapi kawasan heritage Taman Tanjong sebagai destinasi wisata unggulan.
“Konsepnya taman, tapi sekaligus mendukung kota wisata. Sesuai arahan Ketua DPRD Kukar, kota ini harus punya ruang publik yang bisa bersaing dengan Teras Samarinda. Harapannya Taman Tematik bisa jadi ikon baru bagi Tenggarong,” ujarnya saat diwawancarai oleh awak media pada Selasa (2/9/2025).
Menurutnya, pembangunan taman juga didukung dengan pelebaran Jalan Kartanegara yang kini sudah optimal. Aktivitas masyarakat, terutama pada akhir pekan, diharapkan semakin semarak setelah taman ini rampung.
“Ketika jembatan baru nanti selesai, arus lalu lintas makin lancar. Taman Tematik akan jadi ruang publik strategis yang mudah diakses,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air DPU Kukar Awang Agus menyebutkan, pekerjaan konstruksi sudah berjalan meski masih ada kendala teknis.
“Progres saat ini 60 persen, masih sesuai jalur. Tantangannya ada di pekerjaan jembatan yang terhubung dengan proyek ini, karena kontrak adendum belum final. Kalau tidak bisa diselesaikan semua, maka akan kami efisiensikan sesuai kebutuhan,” ungkapnya.
Dia menambahkan bahwa Taman Tematik Tenggarong akan mengusung konsep musik sebagai daya tarik utama.
Beberapa fasilitas penunjang disiapkan, antara lain area pedestrian ramah pejalan kaki, tribun terbuka untuk tempat berkumpul, dan panggung musik yang digunakan komunitas maupun musisi lokal untuk konser mandiri maupun bersama.
Dengan konsep tersebut, ia berharap Taman Tematik Tenggarong tak hanya menjadi ruang terbuka hijau, tetapi juga pusat kegiatan seni dan budaya masyarakat.
“Kami ingin taman ini hidup. Ada panggung untuk konser, ada pedestrian, dan ada tribun. Jadi anak-anak muda bisa berekspresi di sini,” tutup Agus. (*)
Penulis: Junaidin
Editor: Ufqil Mubin












