Oleh: Dr. Muhsin Labib* Iran sering ditempatkan dalam satu kotak sempit: negara yang identik dengan retorika keras tentang Palestina, dilekatkan pada identitas Syiah, lalu disimpulkan bergerak karena fanatisme mazhab. Cara membaca seperti ini terasa sederhana, tetapi justru menutupi hal yang paling menentukan: Iran tidak berhenti pada ucapan. Ia berulang kali menerjemahkan posisinya ke dalam tindakan […]
Oleh: Dr. Muhsin Labib* Apakah Amerika sekutu Israel? Tentu tidak. Israel dan Amerika bukan sekutu dalam pengertian yang lazim dipahami. Relasi ini tidak berdiri di atas kesetaraan dua entitas yang saling membutuhkan dalam batas kepentingan strategis. Relasi ini melampaui itu. Amerika bukan sekadar sekutu bagi Israel. Amerika adalah ibu, pelindung. Bukan hanya ibu yang melindungi […]
Oleh: Dr. Muhsin Labib* Apakah sebuah negara dapat mengubah arah sejarah dunia bukan karena kekuatan kasat mata, melainkan karena kedalaman jiwanya yang tak terkalahkan? Pertanyaan ini menggema berbeda ketika kita membaca analisis Jiang Xueqin melalui lensa keunikan Iran: sebuah bangsa yang bukan sekadar entitas politik modern, melainkan jelmaan peradaban purba yang terus bermetamorfosa—dari kejayaan Imperium […]
Oleh: Dr. Muhsin Labib* Fenomena yang semakin sering kita saksikan dalam lanskap media televisi dewasa ini adalah pergeseran orientasi yang cukup mencolok: dari upaya menghadirkan kedalaman informasi menuju kecenderungan menjual sensasi. Perubahan ini tentu tidak lahir dari ruang hampa. Ia merupakan reaksi defensif terhadap tekanan zaman—khususnya sejak televisi harus berhadapan dengan arus deras media sosial […]
Oleh: Dr. Muhsin Labib* Ia tidak dilahirkan. Ia meletus. Di persimpangan antara sistem pengetahuan yang paling keras dan pengalaman yang paling membara. Ia terbentuk sebagai kristalisasi dari dua kekuatan dahsyat: epistem epos yang menumbuhkan arah sejarah dan magma derita yang matang di kedalaman jiwanya. Epistem itu bukan sekadar ajaran yang dihafal. Ia adalah peta jalan […]
Oleh: Dr. Muhsin Labib* Serangan terhadap Iran tidak lahir dari ruang hampa. Penentuan hari, pemilihan momentum, bahkan bentuk pembukaannya menunjukkan bahwa tindakan tersebut dibingkai oleh imajinasi ideologis yang lebih tua daripada konflik geopolitik modern. Di kalangan Zionis religius ekstrem, sejarah tidak dipahami sebagai rangkaian peristiwa politik semata, melainkan sebagai panggung pemenuhan janji ilahi. Dalam kerangka […]
Oleh: Dr. Muhsin Labib* Gempuran Amerika dan Israel terhadap Iran tidak hadir dari ruang hampa. Gempuran itu menjadi efektif karena retakan telah lama menganga dalam tubuh umat sendiri—retakan yang kita ciptakan dengan tangan kita sendiri. Sebelum bom dan sanksi dijatuhkan, legitimasi Iran sudah lebih dulu dihancurkan dengan dua label yang tak henti diulang: kafir dan […]
Oleh: Dr. Muhsin Labib* Negeri-negeri mungil yang berlagak mewah itu, yang selama ini jualan citra kemewahan palsu tanpa batas, kini dihajar rudal-rudal Iran—sebuah pertunjukan brutal yang memecahkan kaca etalase kemakmuran bohongan mereka sendiri. Gedung-gedung tinggi masih berdiri, tapi ilusi keamanan ambruk lebih ganas daripada reruntuhan beton yang beterbangan seperti sampah. Bandara Dubai berubah jadi neraka […]
Oleh: Dr. Muhsin Labib* Melihat realitas geopolitik menuntut kejernihan pikiran yang melampaui sentimen dan ilusi. Bukan dengan mengabaikan dimensi metafisik, melainkan dengan berpijak pada parameter yang dapat dipahami semua orang—hukum alam, sebab-akibat, dan logika sejarah yang bekerja tanpa kompromi. Dalam kerangka itulah sejumlah pertanyaan yang tampak rumit sesungguhnya telah memiliki jawabannya sendiri, tersembunyi di balik […]
Oleh: Dr. Muhsin Labib* Agresi biadab Israel bersama Amerika Serikat terhadap Iran telah membuka tabir kebusukan politik kekuatan adidaya yang sudah telanjang: hukum internasional dikoyak, dibuang ke tong sampah sejarah saat berbenturan dengan nafsu kekuasaan. Kedaulatan Iran diinjak-injak, seolah negara itu tanah tak bertuan yang boleh dihancurkan tanpa risiko hukum atau moral. Ini bukan sekadar […]
Oleh: Dr. Muhsin Labib* Seorang perempuan dalam unggahan videonya mempertunjukkan adegan membuka paket berisi paspor Inggris untuk anaknya, seraya mengekspresikan kebanggaan yang secara implisit menggambarkan menjadi warga negara Indonesia sebagai nasib yang kurang menguntungkan. Konten itu memantik gelombang kecaman di ruang digital Indonesia, terlebih karena ia diketahui menikmati beasiswa dari negara. Tanpa bermaksud ikut tenggelam […]
Oleh: Dr. Muhsin Labib* Di negeri yang mengukur manusia dari posisi, bukan martabat, seragam bukan sekadar pakaian dinas—ia adalah perangkat erotika kekuasaan. Begitu dikenakan, terjadi semacam alkhemi status: suara menjelma perintah, kehadiran menjelma tekanan, dan tatapan saja sudah cukup membuat ruang bergeser memberi jalan. Fungsi resminya berbicara tentang disiplin dan pengabdian; fungsi sosialnya berbicara tentang […]