Search

SPPG Samarinda Seberang Beberkan Alasan Distribusi Ubi Ungu Mentah dalam Paket MBG

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Samarinda Seberang, Sintia Dewi Haryanto. (BGN)

BERITAALTERNATIF.COM — Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Samarinda Seberang, Sintia Dewi Haryanto, memberikan klarifikasi terkait polemik distribusi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa ubi ungu yang dibagikan dalam kondisi belum diolah kepada siswa penerima manfaat.

Sintia menjelaskan bahwa paket kering MBG yang didistribusikan terdiri dari ubi ungu, telur ayam rebus, pisang ambon, dan susu UHT.

Dia menyebut keputusan mendistribusikan ubi ungu dalam kondisi mentah diambil berdasarkan pertimbangan keamanan pangan.

Menurutnya, berdasarkan hasil penelitian, bahan pangan umbi-umbian yang telah diolah hanya mampu bertahan selama dua hingga empat jam dalam suhu ruang.

Fakta tersebut, katanya, baru diketahui saat proses persiapan pengolahan akan dilakukan.

Ia menyampaikan bahwa kondisi tersebut mendorong pihaknya tidak melanjutkan proses pengolahan ubi ungu.

“Karena baru mengetahui hal tersebut pada saat akan diolah, kami memutuskan ubi ungu rebus tidak jadi diolah, sehingga didistribusikan dalam kondisi belum dimasak,” ujarnya.

Keputusan tersebut, lanjut Sintia, diambil sebagai langkah antisipasi untuk mencegah risiko kesehatan bagi penerima manfaat.

Dia menegaskan pihaknya khawatir jika ubi diolah, namun kemudian diterima dalam kondisi tidak layak konsumsi saat distribusi berlangsung.

Ia berpendapat, apabila hal tersebut terjadi, justru dapat menimbulkan risiko Kejadian Luar Biasa (KLB) atau keracunan makanan.

Oleh karena itu, Sintia menegaskan, aspek keamanan pangan menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan tersebut.

Dia juga menegaskan bahwa pemilihan menu berbasis umbi-umbian sejatinya merupakan langkah yang baik karena memanfaatkan potensi pangan lokal.

Namun, ia mengakui adanya kekurangan dari sisi teknis pengolahan.

Sintia menyampaikan bahwa keterbatasan pengetahuan terkait cara pengolahan umbi-umbian menjadi salah satu faktor terjadinya kesalahan dalam penyajian paket kering MBG.

“Kami salah dalam penyajian paket kering MBG berupa ubi ungu,” katanya.

Atas kejadian tersebut, dia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak, khususnya para siswa penerima manfaat dan masyarakat di wilayah Samarinda Seberang.

Ia mengakui distribusi paket tersebut telah menimbulkan kekhawatiran dan ketidaknyamanan di tengah masyarakat.

“Tanpa mengurangi rasa hormat, dengan adanya kejadian ini kami memohon maaf kepada semua pihak, bapak, ibu, adik-adik kami, siswa-siswi di sekolah, karena telah menimbulkan kekhawatiran dan ketidaknyamanan.” ungkapnya.

Sintia menegaskan bahwa peristiwa ini akan dijadikan sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran bagi SPPG Samarinda Seberang.

Dia menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.

Menurutnya, peningkatan tersebut penting untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.

Ia menegaskan SPPG akan berupaya melakukan perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang. (*)

Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA