BERITAALTERNATIF.COM – SMP Negeri 7 Kecamatan Muara Badak memperkenalkan teknologi dalam pembelajar bagi siswa-siswi yang sebagian besar merupakan anak dari para buruh sawit.
Terletak di tengah hamparan perkebunan sawit antara Desa Saliki dan Solo Pelai, SMP Negeri 7 Muara Badak bukan sekadar tempat menimba ilmu.
Di balik gedungnya yang sederhana, terdapat semangat besar untuk mengangkat masa depan anak-anak buruh sawit lewat pendidikan dengan memanfaatkan teknologi.
Kepala SMP Negeri 7 Muara Badak, Hadi Audah menjelaskan bahwa mereka memiliki visi dan misi yang mengedepankan tiga pilar utama, yakni ilmu pengetahuan dan teknologi (imtek), iman dan takwa (imtaq), serta penguasaan teknologi digital.
“Anak-anak kami hampir semuanya berasal dari keluarga buruh sawit. Secara ekonomi mereka jauh dari kata mapan. Karena itu, kami ingin agar mereka tetap mendapat akses pada pengetahuan dan teknologi seperti anak-anak di kota,” ucap dia pada Kamis (12/6/2025).
Ia menerangkan komitmen tersebutkan dibuktikan dengan langkah besar sekolah untuk menjadi bagian dari transformasi pendidikan digital.
SMP Negeri 7 Muara Badak saat ini telah menjadi Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG).
“Setahun lalu kami bahkan diundang langsung oleh Google Indonesia untuk wawancara. Kami juga berkunjung ke kantor pusat mereka di Jakarta,” ungkap Hadi.
Langkah tersebut, kata dia, menjadikan SMP Negeri 7 Muara Badak sebagai salah satu dari sedikit sekolah di Kaltim yang telah menginisiasi kolaborasi dengan Google.
Kini, teknologi bukan lagi hal asing bagi para siswa. Pasalnya, semua kegiatan pembelajaran siswa telah menggunakan teknologi seperti Chromebook, Google Classroom, dan berbagai tools digital lainnya.
Tidak hanya memperkenalkan, pihaknya juga menanamkan bahwa masa depan pendidikan bahkan di wilayah kebun sawit sekalipun tetap harus menyentuh perkembangan zaman.
“Kami ingin anak-anak ini punya bekal. Mereka tidak harus menjadi buruh sawit seperti orang tuanya. Lewat pendidikan, kami percaya mereka bisa menembus batas,” pungkasnya. (adv)
Penulis & Editor: M. As’ari












