BERITAALTERNATIF.COM – Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Ahlulbait Indonesia (ABI) Kalimantan Timur Sayyid Thoriq Assegaf menjelaskan kiprah organisasi tersebut selama empat tahun terakhir.
Dalam forum Musyawarah Wilayah ke-4, dia mengulas capaian, tantangan, serta harapannya ke depan dalam membangun eksistensi organisasi yang menaungi komunitas Syiah di Bumi Etam tersebut.
Ia menjelaskan bahwa ABI sudah menjalankan sejumlah program yang terwujud dalam bentuk kegiatan sosial, komunikasi antarlembaga, dan penguatan identitas ABI sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sejak awal memimpin DPW ABI Kaltim, Sayid Thoriq menaruh perhatian besar pada penguatan internal organisasi serta pengenalan ABI kepada publik sebagai ormas yang terbuka dan berkomitmen tinggi terhadap semangat kebangsaan.
Dalam kurun waktu tersebut, kata dia, ABI Kaltim aktif menjalankan berbagai program yang bernuansa sosial kemasyarakatan.
Kegiatan seperti diskusi lintas iman, bakti sosial, pendidikan keagamaan, dan penguatan kaderisasi menjadi bagian penting yang dijalankan DPW ABI Kaltim.
Tak hanya bergerak di wilayah ibadah dan dakwah, ABI juga mengambil peran dalam membangun harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Kaltim.
Selama menjabat sebagai Ketua DPW ABI Kaltim, Sayid Thoriq beserta jajaran pengurusnya berupaya membangun hubungan yang sinergis dengan pemerintah daerah.
Hal ini diwujudkannya dalam bentuk silaturahmi dan diskusi intensif bersama pemerintah daerah, termasuk dengan Gubernur Kaltim sebelumnya, Isran Noor.
“Alhamdulillah, kita sudah beberapa kali di Gubernur sebelumnya melakukan silaturahmi, diskusi dengan beliau, dan banyak hal yang kita bicarakan,” ucapnya di Gedung Guru Kaltim pada Jumat (30/5/2025).
Lewat berbagai forum dialog hingga audiensi resmi, sebagai pimpinan, dia berupaya menyampaikan gagasan dan partisipasi aktif DPW ABI Kaltim dalam pembangunan daerah.
Langkah tersebut melahirkan pengakuan dari berbagai pihak terhadap peran ABI sebagai ormas yang konstruktif.
Sayid Thoriq menyebut ABI Kaltim sudah mendapatkan banyak dukungan dari berbagai instansi, termasuk dari Pemerintah Provinsi dan DPRD Kaltim.
Kehadiran ABI dalam berbagai forum resmi daerah juga menjadi bukti nyata bahwa organisasi ini semakin diterima sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat.
“Kita berterima kasih kepada Pemprov Kaltim, yang selama ini telah banyak membantu kami, telah memberi ruang, bahkan setiap kegiatan Provinsi kami selalu diundang,” ucapnya.
Namun, ia menyebut perjalanan DPW ABI Kaltim selama empat tahun terakhir juga disertai hambatan dan tantangan yang menyertainya.
Ia menjelaskan, beberapa program strategis yang telah dirancang dalam forum resmi organisasi ini tidak semuanya berjalan maksimal.
Keterbatasan sumber daya, waktu, serta dukungan finansial kerap menjadi kendala di tubuh organisasi ini dalam melaksanakan programnya secara maksimal.
Dia menilai kondisi tersebut menjadi catatan penting dalam Muswil, yang diharapkannya dapat ditindaklanjuti sebagai bahan koreksi dan perbaikan bagi pengurus selanjutnya.
“Dalam rentang waktu empat tahun ini, tentu juga banyaknya program kerja yang tidak bisa kami selesaikan secara baik, dan tentu itu menjadi PR buat kami ke depan,” ungkapnya.
Salah satu tantangan mendasar yang juga menjadi perhatiannya adalah usaha memperluas jangkauan dan manfaat ormas ABI di berbagai daerah.
Sayid Thoriq berharap musyawarah tersebut dapat dijalankan secara serius agar ormas yang didirikan pada 27 Juli 2010 ini berkembang ke arah yang lebih baik, sehingga dapat diandalkan dalam menjaga kerukunan dan kebersamaan antarumat dan bangsa.
“Semoga Allah memberikan kesempatan kita untuk menjadi lebih baik lagi, dan menjadi sarana untuk mempersatukan dan menjauhkan kita dari perpecahan antara sesama,” tutupnya. (*)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin












