BERITAALTERNATIF.COM – Kepala SMP Negeri 7 Kecamatan Muara Badak Hadi Audah menyampaikan bahwa tingginya minat masyarakat saat ini tidak terlepas dari meningkatnya prestasi serta program pembelajaran berbasis teknologi di sekolah tersebut.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Tahun ini, kami hanya meluluskan satu kelas, tapi yang mendaftar sampai tiga kelas. Artinya, orang tua menilai sekolah ini aktif, banyak prestasi, dan anak-anaknya punya kegiatan yang positif,” ucap dia pada Kamis (12/6/2025).
Ia mengatakan tingginya jumlah pendaftar juga menghadirkan tantangan baru untuk sekolah, terutama terkait ketersediaan ruang kelas serta fasilitas belajar.
“Kami bahkan tidak punya kantor guru. Semua menumpuk. Kalau kondisi ini terus berlanjut, bisa jadi tahun depan kami harus memakai tenda karena ruangan belajar sudah tidak cukup lagi,” tutur Hadi.
Dia menegaskan bahwa pihak sekolah tidak membatasi jumlah siswa yang masuk karena menyadari bahwa sebagian besar berasal dari keluarga pekerja di wilayah perkebunan sawit yang jauh dari pusat kota.
“Kami tidak mungkin menolak mereka. Justru kami ingin mereka punya akses pendidikan yang layak,” katanya.
Oleh karena itu, lanjut Hadi, dalam waktu dekat mereka berencana melakukan koordinasi intensif dengan pihak Disdikbud Kukar untuk membahas beberapa hal penting seperti pemenuhan kekurangan Chromebook serta kebutuhan ruang belajar serta fasilitas penunjang lainnya.
“Saat ini siswa kami sudah 165 orang, tapi Chromebook kami hanya 130-an. Kekurangannya sekitar 30-40 unit. Selain itu, kami juga kekurangan papan tulis digital dan ruang belajar,” sebut dia.
Ia berharap Disdikbud Kukar dapat memenuhi sarana dan prasarana yang kini semakin terbatas seiring dengan meningkatnya jumlah peserta didik.
“Apalagi kami ini sudah menuju SRG (Sekolah Rujukan Google), jadi semua pembelajaran pakai Chromebook. Kemudia semua fasilitas lain juga harus tersedia,” pungkas dia. (adv)
Penulis & Editor: M. As’ari












