Search

Respons Tegas akan Datang dari Iran setelah Agresi Israel dan Amerika Serikat

Iran mengecam serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayahnya sebagai pelanggaran hukum internasional, dengan merujuk pada Pasal 51 Piagam PBB dan menegaskan haknya untuk membela diri. (Al Mayadeen)

BERITAALTERNATIF.COM – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Islam Iran mengeluarkan pernyataan yang mengecam agresi militer yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, menyusul serangan militer ke wilayah Iran.

Pernyataan tersebut ditujukan kepada “rakyat Iran yang pemberani dan terhormat”, dan menyatakan: “Iran tercinta, tempat lahir peradaban kuno, sekali lagi menjadi sasaran agresi militer terang-terangan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis.”

Menurut pernyataan tersebut, “Pagi ini, tepat sebelum Nowruz dan pada hari kesepuluh bulan suci Ramadan, Amerika Serikat dan rezim Zionis menargetkan sejumlah lokasi pertahanan dan non-militer di berbagai kota di seluruh negeri.”

Kemenlu Iran menggambarkan serangan itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran, serta menyebut serangan udara AS-Israel sebagai pelanggaran hukum internasional.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa serangan terjadi ketika Iran tengah menempuh jalur diplomasi yang bertujuan mencabut sanksi yang tidak adil.

“Agresi militer terbaru oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis ini terjadi pada saat Iran sedang terlibat dalam jalur diplomatik, meskipun tidak mempercayai niat Amerika Serikat dan rezim Zionis, untuk mencapai kesepakatan yang akan mengarah pada pencabutan sanksi yang tidak adil. Serangan ini sekali lagi menunjukkan kurangnya kredibilitas klaim mereka untuk mencari solusi diplomatik,” demikian isi pernyataan tersebut.

Kementerian tersebut menegaskan bahwa rakyat Iran secara konsisten mengadvokasi perdamaian dan berupaya menghindari perang.

Pernyataan itu menyebut serangan udara sebagai pelanggaran terhadap Pasal 2 (4) Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang melarang penggunaan kekuatan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik suatu negara. Lebih lanjut ditegaskan bahwa berdasarkan Pasal 51 Piagam yang sama, Iran memiliki hak sah untuk membela diri.

Kemenlu Iran menegaskan kembali bahwa Iran akan menggunakan seluruh kemampuannya untuk mencegah agresi dan menghadapi apa yang disebutnya sebagai kejahatan musuh-musuhnya.

Republik Islam Iran menyerukan kepada PBB dan Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil tindakan atas apa yang disebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap perdamaian dan keamanan internasional.

Pernyataan tersebut mendesak Sekretaris Jenderal PBB, serta Presiden dan anggota Dewan Keamanan, untuk menjalankan tanggung jawab mereka tanpa penundaan.

Iran juga menyerukan kepada seluruh negara anggota PBB, khususnya negara-negara di kawasan, negara-negara dunia Islam, serta anggota Gerakan Non-Blok, untuk mengutuk tindakan agresi tersebut dan mengambil langkah-langkah mendesak serta kolektif untuk menghentikannya.

Kementerian memperingatkan bahwa eskalasi ini merupakan ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap perdamaian dan keamanan regional maupun global.

Pernyataan tersebut ditutup dengan penegasan bahwa Angkatan Bersenjata Iran, dengan merujuk pada warisan heroik bangsa dan mengandalkan kemampuan nasional, sepenuhnya siap membela negara.

“Sejarah menjadi saksi bahwa bangsa Iran tidak pernah tunduk kepada penjajah, dan kali ini pun respons tegas akan datang dari rakyat Iran, dan para agresor akan menyesali tindakan kriminal mereka,” demikian penutup pernyataan tersebut.

Dalam beberapa jam setelah agresi gabungan AS–Israel terhadap wilayah Iran, Teheran mengumumkan dimulainya pembalasan langsung di berbagai front.

Menurut media Iran dan pernyataan dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), gelombang pertama rudal balistik dan serangan drone diluncurkan ke arah Israel, menargetkan Tel Aviv dan wilayah Palestina utara yang diduduki, termasuk Haifa.

Media Israel melaporkan sirene peringatan berbunyi di berbagai wilayah, sementara Komando Front Dalam Negeri Israel memerintahkan warga untuk segera menuju tempat perlindungan.

Secara bersamaan, Iran memperluas responsnya ke aset militer AS di kawasan Teluk. Pusat Komunikasi Nasional Bahrain mengonfirmasi bahwa pusat layanan Armada Kelima AS menjadi sasaran serangan rudal Iran.

Sirene diaktifkan di seluruh Bahrain, dan warga diminta mencari perlindungan. Kedutaan Besar AS di Qatar juga mengeluarkan peringatan mendesak agar warganya tetap berada di dalam ruangan karena ancaman rudal masuk.

Laporan dari media Rusia dan internasional menyebutkan bahwa rudal balistik Iran menargetkan Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab, instalasi penting yang menampung pasukan AS. Ledakan dilaporkan terjadi di Abu Dhabi dan Dubai, sementara sirene juga terdengar di Kuwait.

Di Yordania, Kedutaan Besar AS memerintahkan stafnya tetap berada di kediaman masing-masing hingga pemberitahuan lebih lanjut. Ledakan keras juga dilaporkan di Riyadh, meski rinciannya masih terbatas.

Para pejabat Iran menggambarkan serangan tersebut sebagai gelombang pembalasan berturut-turut dan memperingatkan bahwa respons lebih lanjut dapat menyusul.

Eskalasi ini menandai perluasan signifikan konfrontasi, melampaui wilayah Palestina yang diduduki hingga mencakup infrastruktur militer AS di seluruh kawasan Teluk. (*)

Sumber: Al Mayadeen

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA