BERITAALTERNATIF.COM – Wakil Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin menanggapi aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (Kukar) dan Masyarakat Kukar Mengugat yang memprotes pemangkasan Beasiswa Kukar Idaman.
Rendi menegaskan, nilai beasiswa tahun ini akan tetap sama seperti tahun sebelumnya, meski pembayarannya dilakukan dalam dua tahap.
Menurutnya, antusiasme pendaftar beasiswa tahun 2025 melampaui ekspektasi Pemkab Kukar. Sebanyak lebih dari 9.000 orang mendaftar dan pendaftar yang diterima tercatat sebagai jumlah terbesar sepanjang sejarah program ini.
“Total penerima tahun ini lebih dari 4.000 orang,” ungkapnya saat menemui massa aksi di depan Kantor Bupati Kukar pada Kamis (15/8/2025).
Dia mengakui bahwa pada awalnya terjadi miskomunikasi terkait nilai beasiswa. Anggaran yang ditetapkan dalam APBD Kukar tahun 2025 sebesar lebih dari Rp 8 miliar. Anggaran ini tidak mencukupi untuk membayar seluruh penerima yang lolos verifikasi yang jumlahnya mencapai sekitar 4.000 mahasiswa.
Untuk menutupi kekurangan itu, Rendi menyatakan pihaknya sudah berdiskusi bersama Bupati dan OPD terkait.
Nilainya, kata dia, kurang lebih Rp 12,5 miliar, dan akan dibayarkan pada APBD Perubahan tahun 2025 sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memenuhi hak seluruh penerima beasiswa sesuai jumlah dan besaran yang telah ditetapkan.
“Pada tahap pertama, penerima mendapatkan Rp 1,6 juta. Sisanya Rp 3,4 juta akan dibayarkan di tahap kedua,” jelasnya.
Dengan demikian, kata Rendi, total nilai yang diterima setiap penerima beasiswa, baik siswa SMA, mahasiswa S1, S2, S3 maupun penerima beasiswa tematik akan sama seperti tahun lalu.
“Tidak ada pengurangan nilai beasiswa, hanya pembayarannya dilakukan dua kali karena anggaran Murni tidak mencukupi akibat tingginya jumlah pendaftar yang lolos verifikasi,” tegasnya. (*)
Penulis: Ahmad Rifa’i
Editor: Ufqil Mubin












