BERITAALTERNATIF.COM – Rektor Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Prof. Dr. Ince Raden, menegaskan pentingnya penyelesaian status lahan kampus Unikarta di Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang.
Lahan yang sejak era kepemimpinan Bupati Syaukani Hasan Rais telah diproyeksikan sebagai kawasan kampus tersebut hingga kini belum diserahkan secara resmi kepada Yayasan Kutai Kartanegara (YKK).
Dalam keterangannya, Prof. Ince menyampaikan bahwa lahan itu memiliki nilai historis yang kuat. Pada masa Bupati Syaukani, lahan tersebut ditetapkan sebagai lokasi pembangunan kampus Unikarta.
Bahkan tokoh nasional, Amien Rais, sempat hadir untuk meletakkan batu pertama, sekaligus menyaksikan pengukuhan Profesor Syaukani.
“Sejak awal, lahan itu memang diperuntukkan untuk kampus Unikarta. Zaman Pak Syaukani sudah jelas arah pembangunannya. Beliau ingin Unikarta tumbuh menjadi perguruan tinggi besar karena memahami pentingnya pengembangan SDM,” ujarnya kepada awak media Berita Alternatif di Ruang Rektor Unikarta pada Sabtu (6/12/2025).
Menurut Rektor, luas kampus Unikarta di Kelurahan Melayu yang hanya sekitar 2,4 hektare tidak lagi memadai untuk pengembangan ke depan.
Ia menegaskan bahwa Unikarta harus tumbuh lebih besar agar Kukar mampu bersaing dalam peningkatan kualitas SDM.
“Unikarta ini harus besar, harus menjadi kampus terbaik. Kutai Kartanegara tidak akan maju kalau SDM-nya tidak tumbuh dan berkembang. Kehadiran perguruan tinggi besar itu penting, seperti halnya Bandung dengan ITB, Jogja dengan UGM, atau Jakarta dengan UI,” tegasnya.
Prof. Ince menambahkan bahwa kehadiran perguruan tinggi unggul di daerah akan memicu ekosistem pendidikan, ekonomi, dan pembangunan yang lebih baik bagi masyarakat lokal.
Terlebih, hadirnya Ibu Kota Negara Nusantara membuka peluang besar bagi Kukar untuk berkembang sebagai kawasan penyangga pendidikan.
Dia menyoroti bahwa Unikarta memiliki hubungan historis yang sangat kuat dengan pemerintah daerah. Kampus ini didirikan oleh para bupati dan ketua DPRD Kukar yang terdahulu, yang memiliki visi agar perguruan tinggi ini berkembang dan menjadi kebanggaan daerah.
“Founding father-nya itu para pemimpin Kutai Kartanegara. Banyak bupati dulu memimpikan kampus ini menjadi besar. Alumni Unikarta kini menjadi kepala dinas, bekerja di kecamatan, dan mengisi banyak perangkat daerah. Masa kita tidak memikirkan Unikarta yang sudah kita besarkan bersama?” jelasnya.
Karena itu, dia berharap lahan di Desa Perjiwa dapat diserahkan kepada YKK, lembaga yang secara resmi terdaftar di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan menjadi pengelola sah kampus Unikarta.
Menanggapi pertanyaan mengenai prioritas penyelesaian pembangunan atau penyerahan lahan terlebih dahulu, ia menyampaikan bahwa opsi terbaik adalah pembangunan diselesaikan terlebih dahulu oleh pemerintah daerah, kemudian diserahkan kepada YKK.
“Tapi saya paham, penyelesaian itu tidak semudah membalik telapak tangan,” katanya.
Rektor mengungkapkan bahwa isu lahan Perjiwa memiliki perjalanan panjang. Pada masa Rektor Erwin, Unikarta dan DPRD telah beberapa kali membahas status lahan tersebut. Namun hingga kini belum ada penyerahan resmi, sehingga YKK tidak memiliki kewenangan untuk membangunnya.
Meski demikian, Prof. Ince tetap berharap proses penyerahan dapat segera dilakukan. Unikarta, menurutnya, tetap siap melakukan pengembangan secara bertahap dan membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk pembangunan fasilitas kampus.
“Yang penting ada lahannya dulu. Setelah itu kita bisa petakan dan bekerja sama dengan pihak swasta. Akan menjadi kebanggaan kalau Unikarta punya kampus baik di sini maupun di Seberang,” ucapnya.
Dia menyampaikan apresiasi atas perhatian Bupati Kukar Aulia Rahman Basri yang menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan Unikarta.
Ia menyebut bahwa dalam beberapa pertemuan, termasuk executive meeting bersama perusahaan, Bupati menyatakan keinginannya agar Unikarta menjadi perguruan tinggi terbaik di daerah.
“Bupati sangat peduli dan konsisten. Itu sinyal positif bagi kita,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat penting karena Unikarta merupakan bagian dari identitas Kukar.
“Unikarta ini lahir dari tanah Kutai. Kita harus besarkan kampus ini. Ini akan menjadi kebanggaan masyarakat Kutai Kartanegara karena dibangun oleh orang daerah ini dan untuk anak-anak kita,” tutupnya. (*)
Penulis: Ulwan Murtadha
Editor: Ufqil Mubin










