BERITAALTERNATIF.COM – Program bantuan seragam sekolah dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk siswa baru akan direalisasikan pekan depan di SDN 007 Tenggarong.
Plt Kepala SDN 007 Tenggarong Sudirman menjelaskan bahwa dana bantuan telah masuk ke rekening, namun penyaluran kepada siswa dilakukan dalam bentuk barang, bukan uang tunai.
“Ini tidak bisa tunai, terkecuali ada baju seragam yang ada di sekolah itu diganti, diuangkan langsung,” jelasnya awak media Berita Alternatif pada Rabu (29/10/2025).
Ia menambahkan, bentuk bantuan yang akan diterima siswa cukup beragam, antara lain seragam lengkap sekolah, tas, sepatu, buku, dan perlengkapan sekolah lainnya.
Kata dia, seragam sekolah telah disediakan oleh koperasi SDN 007 Tenggarong, sehingga para pelajar tak perlu lagi membelinya di luar sekolah.
“Nanti ngambil di kooperasi. Cuma karena pakai faktur, jadi fakturnya pinjam dari luar,” katanya.
Terkait orang tua siswa yang telah membeli seragam seperti seragam olahraga dan batik terlebih dahulu di SDN 007 Tenggarong, pihak sekolah akan menggantinya dalam bentuk uang.
Proses penggantian tidak membutuhkan banyak persyaratan. Pihak sekolah sudah memiliki catatan para pelajar yang telah membeli seragam di koperasi SDN 007 Tenggarong.
Ia mengungkapkan, setiap siswa menerima bantuan seragam senilai Rp 1,5 juta. Bantuan ini akan dikenakan pajak, yang secara otomatis dikenakan dalam setiap item seragam yang diberikan kepada para pelajar.
Penyaluran barang bantuan ini ditargetkannya dilakukan pekan depan. Pasalnya, sebagian barang telah tersedia di koperasi sekolah.
Sudirman memastikan bahwa bantuan senilai Rp 1,5 juta tersebut mencakup hingga 25 item perlengkapan sekolah, mulai dari buku, alat tulis, tas, sepatu, hingga seragam berbagai jenis.
Daftar harga seragam dan perlengkapan sekolah, jelas dia, telah ditentukan oleh Disdikbud Kukar sehingga memudahkan penyaluran bantuan tersebut. “Harga ditentukan dari dinas,” urainya.
Ia mengungkapkan, jumlah siswa penerima bantuan di SDN 007 Tenggarong sebanyak 71 orang siswa baru. “Ini khusus siswa baru yang masuk ke data Dapodik,” katanya.
Di akhir wawancara, Sudirman berpesan agar para orang tua dan siswa penerima bantuan dapat menjaga barang yang diterima dan tidak membuat kegaduhan di luar sekolah.
“Tolong kalau ada masalah jangan viral-viralkan keluar. Langsung aja ke saya; datang ke sekolah,” pungkasnya. (*)
Penulis: Ulwan Murtadha
Editor: Ufqil Mubin












