Search

Presiden Prabowo Subianto Tekankan Pentingnya Pendidikan dan Persatuan Nasional

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. (Radar Bogor)

BERITAALTERNATIF.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa bangsa Indonesia masih harus berjuang keras setidaknya dalam lima tahun ke depan untuk mencapai kemandirian sejati, khususnya dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan pengelolaan kekayaan alam.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam acara pembekalan dan retret yang dihadiri guru dan kepala sekolah dari seluruh Indonesia di JIExpo, Kemayoran, Jakarta pada Jumat (22/8/2025).

Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan apresiasi atas peran para tenaga pendidik dan capaian pembangunan sekolah rakyat di berbagai daerah. Hingga saat ini, sudah ada 100 sekolah rakyat yang beroperasi, dan pada September mendatang akan bertambah 65 sekolah lagi.

“Ini sesuatu prestasi yang luar biasa. Cita-cita pendiri bangsa adalah melahirkan rakyat yang merdeka, bebas dari penjajahan dan dikuasai oleh bangsa lain,” ujarnya.

Presiden mengingatkan agar masyarakat tidak pernah melupakan sejarah panjang perjuangan bangsa. Dia mencontohkan berbagai perlawanan rakyat, mulai dari perang di Maluku hingga Papua, yang menunjukkan bagaimana bangsa ini pernah diinvasi, diadu domba, dan dijajah hingga menimbulkan kemiskinan.

Menurut Prabowo, kemiskinan di masa lalu terjadi bukan hanya karena tekanan penjajah, tetapi juga akibat lemahnya kepemimpinan bangsa saat itu.

“Pemimpin yang tidak pandai, tidak handal, tidak kuat, dan tidak faham menjalankan negara, itulah yang membuat bangsa asing bisa menguasai Nusantara,” tegasnya.

Ia menambahkan, bangsa yang melupakan sejarah akan mengulang kesalahan yang sama. Karena itu, Prabowo mengajak seluruh pemimpin bangsa—guru, kepala sekolah, menteri, wakil rakyat, hingga profesor—untuk bekerja sama memperbaiki kelemahan bangsa.

Dia juga menekankan pentingnya kekuatan seorang pemimpin, bukan hanya kuat secara intelektual, tetapi juga kuat hati, iman, dan semangat.

“Semua pemimpin harus bekerja sama. Tidak boleh diadu domba lagi. Tidak boleh menjadi pemimpin yang berhati kecil, berhati kerdil,” katanya.

Ia menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus bersatu dalam menjaga serta mengelola kekayaan alam agar tidak jatuh ke tangan pihak asing.

Menurutnya, dari lebih 200 negara di dunia, ada yang berhasil, ada yang biasa-biasa saja, dan ada pula yang gagal.

Indonesia, kata Prabowo, tidak boleh menjadi negara gagal. Indonesia harus menjadi negara yang berhasil, negara yang merdeka dari kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan. “Dan itu bisa kita capai bersama-sama,” ucapnya.

Dia juga menyinggung perjalanan hidupnya sebelum menjadi pemimpin politik. Ia menuturkan pernah menjadi prajurit, pengusaha, sebelum akhirnya masuk ke dunia politik. Dari pengalaman itu, ia memahami betapa besarnya kekayaan Indonesia, tetapi sebagian besar masih dikuasai pihak asing.

Masih terlalu banyak kekayaan Indonesia yang tidak bisa dikuasai oleh bangsa ini. Bahkan dikuasai oleh mereka yang membawa kekayaan Indonesia ke luar negeri. “Ini akan kita hentikan,” tegasnya.

Salah satu langkah strategis yang menurut Presiden harus segera ditempuh adalah pembangunan sektor pendidikan. Ia menolak pendekatan yang bersifat lamban atau bertahap kecil.

“Tidak bisa kita katakan, ya kita mulai dulu dengan 10 sekolah. Nanti kalau berhasil, baru ditambah lagi 30 sekolah. Maaf, dunia tidak seperti itu. Dunia sekarang menuntut kita bergerak cepat,” jelasnya.

Di akhir pidatonya, Presiden menekankan pentingnya visi besar dalam membangun bangsa. Indonesia adalah bangsa besar yang tidak boleh berpikir kecil.

“Upaya kita sekarang adalah upaya yang bercita-cita tinggi, bersasaran besar. Bangsa kita besar, maka cita-cita kita juga harus besar,” pungkasnya. (*)

Penulis & Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA