BERITAALTERNATIF.COM – Puluhan ribu bibit ikan jelawat ditebar di kolam milik Kelompok Tani Kendoyan 2, Kelurahan Loa Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong, pada Selasa (21/10/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan serta petani ikan di daerah tersebut.
Penyebaran bibit ikan jelawat ini merupakan bantuan aspirasi Anggota DPRD Kabupaten Kukar dari Fraksi Partai Amanat Nasional yang disalurkan melalui DKP Kukar.
“Jadi, prosesnya dari aspirasi masuk ke kami di dinas, kemudian kami yang menyalurkan ke kelompok-kelompok tani yang membutuhkan,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan TPI dan Pengendalian Sumber Daya Ikan DKP Kukar Syarul saat ditemui di lokasi kegiatan.
Menurutnya, kegiatan restocking atau penebaran bibit ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan umum sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Penebaran bibit ikan seperti ini sangat luar biasa untuk perairan kita. Selain mengendalikan sumber daya alam, juga dapat meningkatkan pendapatan nelayan dan petani ikan,” jelasnya.
Dia menambahkan, pihaknya berharap agar para petani ikan dan masyarakat sekitar turut menjaga kelestarian lingkungan agar bibit ikan yang ditebar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
“Kami harapkan petani bisa menjaga lingkungan sekitar dan tidak menggunakan alat tangkap yang dilarang, seperti setrum atau racun. Gunakan cara alami agar ikan tetap lestari,” ujarnya menegaskan.
Ia juga mengingatkan bahwa bantuan bibit ini bersifat pembinaan jangka panjang. Oleh karena itu, keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga habitat dan ekosistem perairan.
Program penyebaran bibit ikan oleh DKP Kukar bukan kali ini saja dilakukan. Sepanjang tahun 2025, sudah sekitar sepuluh kali kegiatan penebaran bibit ikan dilakukan di berbagai lokasi, termasuk danau dan sungai di sejumlah kecamatan.
“Tahun depan kami berharap bisa kembali mengalokasikan anggaran untuk program serupa,” ungkapnya.
Untuk jenis ikan jelawat yang ditebar kali ini, Syarul menjelaskan bahwa masa panennya relatif panjang karena bibit dilepas di alam terbuka.
“Kalau di kolam alami seperti ini, butuh waktu sekitar 7 sampai 10 bulan hingga bisa dipanen karena ikan mencari makan sendiri dari sumber alami yang ada di perairan,” ujarnya.
Meski hasil konkret belum sepenuhnya terlihat, indikasi positif sudah mulai muncul di beberapa lokasi penebaran sebelumnya.
“Memang belum bisa dikatakan berhasil sepenuhnya karena ikan dilepas secara alami, tapi dari hasil tangkapan nelayan, terlihat ada peningkatan ukuran ikan dan ketersediaannya di pasaran,” tambahnya.
DKP Kukar berkomitmen melanjutkan kegiatan restocking ikan di berbagai wilayah perairan umum. Selain menjaga keberlanjutan sumber daya ikan, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan berbasis perikanan dan mendukung ekonomi masyarakat pesisir.
“Mudah-mudahan tahun depan kami kembali mendapat alokasi anggaran untuk melanjutkan program ini, sekaligus memperkuat patroli di wilayah-wilayah perairan umum agar kelestarian ikan tetap terjaga,” tutup Syarul. (*)
Penulis: Ulwan Murtadha
Editor: Ufqil Mubin












