Search

Penuhi Janji Politik di Pilkada 2025, Bupati Kukar Luncurkan Perlengkapan Sekolah Gratis

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat memberikan sambutan dalam kegiatan Launching BOS Gratis bagi Peserta Didik Baru Tahun 2025 didampingi oleh Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin. (Berita Alternatif/Rifa'i)

BERITAALTERNATIF.COM – Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri membuktikan salah satu janji politiknya saat pencalonan sebagai kepala daerah dengan meluncurkan program Bantuan Perlengkapan Sekolah (BOS) bagi peserta didik baru tahun 2025. Program ini berlaku untuk tingkat PAUD, SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.

Aulia mengungkapkan bahwa program tersebut lahir dari komitmen untuk menghapus kesenjangan di antara siswa ketika memasuki tahun ajaran baru.

Dia tidak mengingkinkan ada anak yang baru masuk sekolah memakai baju baru sementara temannya memakai baju bekas.

“Semua anak-anak kita harus difasilitasi perlengkapan sekolahnya agar tidak minder,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Launching BOS Gratis bagi Peserta Didik Baru Tahun 2025 di Stadion Rondong Demang, Minggu (28/9/2025).

Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan 20 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kukar untuk sektor pendidikan. Salah satunya diwujudkan melalui BOS ini yang disalurkan dalam bentuk dana tunai.

“Yang belanja adalah pihak sekolah, bukan pemerintah. Dengan begitu, perlengkapan sekolah yang dibeli benar-benar sesuai kebutuhan dan standar masing-masing sekolah,” jelasnya.

Dalam program ini, kata Aulia, PAUD mendapatkan Rp 1,2 juta, siswa SD Rp 1,5 juta, dan siswa SMP Rp 1,8 juta. Bantuan itu diprioritaskan untuk pengadaan seragam, sepatu, tas, hingga perlengkapan penunjang lain seperti dasi, topi, dan kaos kaki.

Dia juga menegaskan keberlanjutan program ini di tahun 2026 serta mendorong sekolah untuk melibatkan penjahit lokal dalam pengadaan seragam agar kebijakan ini memberi dampak ekonomi bagi pelaku UMKM di Kukar.

“Kami menjamin program ini berkesinambungan. Tahun depan akan dipersiapkan lebih awal. Kami juga berharap kegiatan ini bisa menghidupkan ekonomi lokal,” katanya.

Menurutnya, kebijakan berbasis pembiayaan daerah dipilih karena harga perlengkapan sekolah berbeda di setiap wilayah.

“Harga baju sekolah di Tenggarong tidak sama dengan di Tabang atau Samboja. Dengan mekanisme ini, semua bisa menyesuaikan tingkat kebutuhan dan biaya riil di lapangan,” ujarnya.

Aulia berharap kebijakan ini dapat meringankan beban orang tua sekaligus mencetak generasi emas Kukar.

Ia menitipkan program besar tersebut kepada kepala sekolah, bendara boskap dan ketua komite sekolah untuk benar-benar merealisasikan program ini sebaik mungkin.

“Semoga bermanfaat untuk anak-anak kita dan menjadi pijakan dalam menyiapkan generasi emas Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifa’i
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA