BERITAALTERNATIF.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) terus berkomitmen memperluas akses air bersih dan listrik bagi masyarakat pedesaan. Melalui berbagai program, Pemkab berupaya agar seluruh wilayah Kutim menikmati layanan dasar yang layak.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan bahwa kebutuhan elektrifikasi di Kutim sudah mencapai 82 persen, namun masih ada beberapa wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik.
“Kita terus dorong kerja sama antara PLN dan perusahaan swasta agar pemanfaatan daya listrik bisa menjangkau seluruh desa,” jelasnya kepada awak media baru-baru ini.
Selain itu, Pemkab Kutim memperkuat program penyediaan air bersih melalui Penyediaan Air Minum Desa (PAMDes) dan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
“Air bersih adalah kebutuhan mendasar. Kita manfaatkan juga kolam eks tambang sebagai sumber air baku alternatif,” katanya.
Dia menambahkan, pemerintah juga berkomitmen menjaga keberlanjutan sumber daya air dengan mengamankan daerah resapan dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan air.
“Kita ingin masyarakat ikut terlibat menjaga sumber airnya sendiri, bukan hanya menunggu bantuan,” ujarnya.
Untuk daerah terpencil di Kutim, ia menuturkan bahwa sistem jaringan listrik Mahakam akan segera diperluas ke wilayah tersebut.
“Insyaallah sistem Mahakam akan masuk ke wilayah-wilayah itu. Kita ingin tidak ada lagi desa yang gelap,” ungkapnya.
Selain memperluas akses, Pemkab Kutim tengah mengembangkan energi terbarukan di beberapa desa melalui program solar cell komunal.
Bupati menyebut, kemandirian energi menjadi langkah penting untuk mewujudkan Kutim sebagai daerah tangguh dan berdaya saing.
“Kalau listrik dan air bersih tersedia, ekonomi bergerak, dan kualitas hidup masyarakat otomatis meningkat,” tutupnya. (adv)
Penulis: Gaffar
Editor: Ufqil Mubin














