BERITAALTERNATIF.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memperkuat penataan kawasan permukiman dan pelestarian alam melalui Program Dedikasi Desa Ramah Lingkungan.
Program yang menjadi bagian dari 17 Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik tersebut diarahkan untuk menciptakan kawasan permukiman yang asri, menyediakan hunian terjangkau dan berkualitas, serta menjaga kelestarian lingkungan.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan program Desa Ramah Lingkungan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menata wilayah berdasarkan perencanaan tata ruang yang terarah.
Menurut Aulia, penataan tersebut harus dimulai dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), kemudian diterjemahkan ke dalam pengembangan kawasan permukiman yang memperhatikan keseimbangan lingkungan.
“Desa ramah lingkungan itu sebenarnya bagian dari keinginan kita untuk menata wilayah yang ada di Kutai Kartanegara. Itu berawal dari RTRW,” ujarnya saat diwawancarai di Pendopo Odah Etam Tenggarong, Jumat (6/11/2026).
Dia menjelaskan, salah satu implementasi program tersebut adalah pengembangan rumah ramah lingkungan yang mengutamakan kualitas hunian, keterjangkauan harga, dan kondisi lingkungan di sekitarnya.
“Memang salah satu di antaranya rumah ramah lingkungan itu, perwujudan dari perumahan-perumahan yang terjangkau dan berkualitas serta memperhatikan aspek lingkungan yang ada di dalamnya,” ungkapnya.
Ia menyebut pembangunan kawasan permukiman tidak cukup hanya berorientasi pada penyediaan tempat tinggal. Pemerintah juga perlu memastikan kawasan yang dikembangkan memiliki tata ruang yang baik, nyaman, dan mendukung kelestarian alam.
Selain penataan permukiman, program tersebut mencakup sejumlah agenda pelestarian lingkungan, di antaranya rencana penanaman tiga juta pohon, pelestarian kawasan mangrove, serta perlindungan kawasan hutan.
Menurut Aulia, keberadaan kawasan hijau dan ekosistem alami harus tetap dijaga di tengah pengembangan wilayah. Mangrove dan hutan memiliki peran penting dalam mempertahankan keseimbangan lingkungan serta keberlanjutan sumber daya alam.
“Jadi itu menjadi bagian dari isu yang kita angkat di kawasan ramah lingkungan,” paparnya.
Dia menambahkan, sejumlah kegiatan pelestarian lingkungan telah mulai dilaksanakan. Salah satunya penanaman mangrove di Kecamatan Muara Badak.
Melalui program ini, Pemkab Kukar berupaya menerjemahkan visi dan misi pembangunan daerah ke dalam kegiatan yang dapat dirasakan masyarakat, baik melalui penataan permukiman maupun perlindungan lingkungan hidup.
“Sebagian sudah jalan, kemarin seperti penanaman mangrove di Muara Badak. Bagian apa yang kita lakukan hari ini dengan teman-teman membuat kawasan yang ramah lingkungan, dan itu bagian dari upaya kita,” pungkasnya. (Adv)
Penulis: Arif Rahmansyah
Editor: Devi Nila Sari










