Search

Pedagang Bendera Merah Putih di Tenggarong Keluhkan Dampak Tren One Piece

Lapak penjualan bendera Merah Putih di Jalan Kartini, Tenggarong. (Berita Alternatif/Rifa'i)

BERITAALTERNATIF.COM – Persis sepekan lagi akan diperingati Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, suasana penjualan bendera Merah Putih di Tenggarong tak secerah tahun-tahun sebelumnya.

Sejumlah pedagang mengaku omset tahun ini merosot tajam, dipengaruhi berbagai faktor, seperti kemunculan tren One Piece dan pemindahan lokasi penjualan.

Pedagang bendera di Jalan Kartini, Mang Dadang, mengaku sudah lebih dari 20 tahun melakukan bisnis penjualan bendera Merah Putih.

Tahun ini, Dadang hanya bisa mengantongi omset harian sekitar Rp 100 ribu, jauh dari pendapatan di masa lalu, sebelum bendera One Piece mencuat di publik Indonesia.

“Bendera One Piece itu berpengaruh. Orang yang masang-masang bendera Merah Putih jadi berkurang,” ujarnya saat ditemui di lapaknya, Sabtu (9/8/2025).

Ia mengaku penurunan penjualan bendera tak hanya dipengaruhi tren tersebut, cuaca hujan beberapa hari terakhir juga membuat pembeli enggan mampir.

Selain itu, sambung Dadang, perpindahan lokasi dagang dari area bantaran sungai yang kini sedang diperbaiki ke depan rumah warga juga membuat jumlah pelanggan semakin menurun.

Lokasi lama, menurutnya, lebih strategis karena sudah dikenal masyarakat. “Relevannya jualan bendera itu memang berada di bawah pohon, di tempat orang lalu-lalang,” ujarnya.

Harga bendera yang ia jual bervariasi, mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu, tergantung ukuran. Semua stoknya didatangkan dari Jawa Barat.

Meski total penjualannya tahun ini sudah mencapai sekitar Rp 20 juta, modal yang dikeluarkannya belum juga kembali.

Dia juga menanggapi rencana pemerintah daerah yang akan membagikan bendera Merah Putih secara gratis kepada masyarakat.

“Kalau benar terwujud, alhamdulillah. Semoga jadi rezeki juga buat pedagang bendera. Tapi untuk saat ini masih rencana,” katanya.

Nasib serupa pun dialami Sumna, pedagang bendera yang juga berjualan di Jalan Kartini.

Dia mulai berdagang di Tenggarong sejak 2006 dan tak pernah pindah lokasi. Tahun ini, ia pun merasakan penurunan daya beli masyarakat.

“Dulu lumayan, tapi sekarang minim. Beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sekarang ini untuk modal saja belum balik,” keluhnya.

Sumna menjual bendera dengan harga mulai Rp 25 ribu, Rp 50 ribu, hingga Rp 90 ribu, tergantung ukuran. Stoknya dipasok dari Garut, Jawa Barat.

Ia menyebut sebelum tren bendera One Piece merebak, penjualan di bulan Agustus bisa menutup semua biaya sekaligus menyisakan keuntungan untuk kebutuhan keluarga. “Sekarang, alhamdulillah ada sedikit,” ucapnya.

Ia mengakui tantangan berdagang bendera kini jauh lebih berat dibandingkan satu dekade lalu, ketika antusiasme masyarakat untuk memasang bendera Merah Putih terasa lebih bergelora. Penurunan penjualan tahun ini pun sangat dirasakannya.

“Semoga suasana ini membaik menjelang puncak peringatan 17 Agustus nanti,” harapnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifa’i
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA