BERITAALTERNATIF.COM – Pawai menyambut bulan suci Ramadhan yang digelar SDN 010 Samarinda Ulu berlangsung meriah dan penuh antusiasme.
Kegiatan yang melibatkan ratusan siswa tersebut menjadi momentum istimewa dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sekaligus mempererat kebersamaan antara sekolah dan masyarakat.
Kepala SDN 010 Samarinda Ulu, Suharti, S.Pd.SD., menyampaikan tanggapan positif dan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, pawai Ramadhan bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi memiliki makna edukatif yang mendalam.
“Karena kegiatan ini bisa sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus memupuk kegembiraan siswa dalam menyambut bulan puasa,” ujarnya dalam rilisnya yang diterima media ini pada Sabtu (14/2/2026).
Dia menegaskan bahwa pawai menjadi salah satu bentuk syiar Islam yang positif. Selain itu, kegiatan tersebut juga berperan dalam melestarikan tradisi budaya lokal dalam menyambut Ramadhan serta menjadi jembatan antara pihak sekolah dengan masyarakat sekitar.
“Pawai sebagai bentuk syiar Islam yang positif, sekaligus melestarikan tradisi budaya lokal dalam menyambut Ramadhan, serta menyembatani sekolah dengan masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut efektif dalam mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, kekompakan, dan kegembiraan kepada para siswa.
Lebih jauh, pawai diharapkan mampu memotivasi siswa-siswi untuk menjalankan ibadah puasa dengan lebih baik, disiplin, dan ikhlas.
“Pawai merupakan kegiatan yang membuat siswa merasa senang dan bersemangat menyambut bulan suci Ramadhan. Pawai dijadikan sarana untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan dan ketakwaan kepada Allah SWT sejak dini,” katanya.
Ia juga berharap kegiatan ini mampu mempererat tali silaturahmi antara siswa, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar. Momentum menyambut Ramadhan dinilainya sebagai wujud rasa syukur atas nikmat umur yang masih diberikan sehingga dapat kembali dipertemukan dengan bulan penuh berkah.
“Harapan saya secara keseluruhan, pawai Ramadhan bukan sekadar parade, melainkan ‘pendidik karakter yang bermakna’ untuk mempersiapkan mental dan spiritual siswa dalam menjalankan ibadah puasa,” tegasnya.
Pawai Ramadhan mengambil titik start di lapangan SDN 010 Samarinda Ulu. Dari lokasi tersebut, ratusan murid berjalan kaki (longmarch) didampingi guru-guru menuju Jalan Pangeran Suryanata, sebelum akhirnya kembali dan finish di depan lapangan sekolah.
Sepanjang perjalanan, para murid tampak antusias membawa berbagai atribut bernuansa Islami hasil kreativitas mereka sendiri.
Mereka juga menyerukan yel-yel serta pesan-pesan positif tentang pentingnya menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan penuh kegembiraan.
Kehadiran siswa yang kompak dengan atribut Islami menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang menyaksikan di sepanjang rute.
Sementara itu, Koordinator Keagamaan SDN 010 Samarinda Ulu, Habibah S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan bahwa pawai tersebut merupakan agenda baru yang dikemas dengan kegiatan kreatif, yakni pembuatan kerajinan oleh siswa menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.
“Tujuan pawai ini untuk menanamkan rasa cinta dan semangat anak-anak dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan,” ujarnya.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai religius yang ditanamkan, Pawai Ramadhan SDN 010 Samarinda Ulu diharapkan menjadi tradisi tahunan yang terus memperkuat karakter siswa. “Sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai Islam sejak usia dini,” ujar Habibah. (*)
Editor: Ufqil Mubin












