Search

Pasukan Israel Perketat Pengepungan Ramallah, Serangan Udara Hantam Nablus dan Tubas

Pasukan Israel pada Selasa memperketat pengepungan militer penuh di sekitar Kota Ramallah di Tepi Barat yang diduduki, menyusul serangan anti-Israel yang terjadi di kawasan tersebut. Pada saat yang sama, helikopter Apache Israel melancarkan serangan udara pada malam hari ke sejumlah wilayah, termasuk Nablus, Tubas, dan kota-kota di sekitarnya, menurut sumber-sumber Palestina. (Tasnim News)

BERITAALTERNATIF – Pejabat Palestina mengatakan bahwa sejak Selasa pagi, pasukan Israel memperketat kepungan di sekitar Ramallah dengan menutup pos-pos pemeriksaan militer serta jalur akses dari arah utara dan barat. Akibatnya, ribuan warga Palestina terjebak di perlintasan militer yang menghubungkan kota tersebut dengan desa-desa di sekitarnya.

Seorang koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa tentara Israel menembakkan gas air mata dan granat kejut untuk menjauhkan warga Palestina dari area pos pemeriksaan.

Situasi ini menyebabkan gangguan besar terhadap aktivitas harian warga, termasuk akses menuju tempat kerja, sekolah, serta layanan kesehatan. Banyak warga yang terpaksa menunggu berjam-jam di tengah cuaca dingin tanpa kepastian kapan mereka bisa melintas.

Dua Pemuda Palestina Terluka di Al-Quds Timur

Secara terpisah, pejabat Palestina di wilayah pendudukan Al-Quds Timur melaporkan bahwa dua pemuda Palestina terluka akibat tembakan pasukan Israel pada Senin malam di dekat penghalang pemisah di sebelah utara kota tersebut.

Kedua korban langsung dilarikan untuk mendapatkan perawatan medis, sementara kondisi keamanan di sekitar lokasi kejadian tetap dalam pengawasan ketat pasukan Israel.

Di wilayah Nablus, Tubas, dan Qabatiya, warga menyebutkan bahwa helikopter Apache Israel terlihat terbang rendah di atas kawasan permukiman dan melancarkan sejumlah serangan udara. Suara tembakan dan ledakan terdengar berulang kali sepanjang malam.

Dalam perkembangan terkait, sumber-sumber Palestina di Qabatiya, wilayah selatan Jenin, mengatakan bahwa helikopter Apache menargetkan kawasan Jabal al-Zakarneh dengan amunisi berat.

Selain itu, militer Israel juga memberlakukan jam malam total di kota tersebut sejak malam hari sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Pembongkaran Bangunan di Kamp Pengungsi Jenin

Sementara itu, pasukan Israel juga membongkar sebuah bangunan di kamp pengungsi Jenin. Militer Israel menyatakan bahwa penghancuran tersebut merupakan bagian dari kampanye militer yang lebih luas di wilayah Tepi Barat, yang telah berlangsung selama lebih dari satu pekan.

Sumber-sumber lokal di Qabatiya menambahkan bahwa pasukan Israel juga menyita sejumlah rumah warga Palestina dan mengubahnya menjadi pos-pos militer. Para penghuni rumah itu untuk sementara dilarang kembali ke tempat tinggal mereka.

Eskalasi Bentrokan dan Tambahan Pasukan Israel

Di tengah meningkatnya bentrokan di berbagai wilayah Tepi Barat—termasuk di Hebron (Al-Khalil), Ramallah, Nablus, dan Tubas—militer Israel mengerahkan pasukan tambahan ke Qabatiya serta menutup seluruh pintu masuk kota tersebut.

Langkah ini semakin mempersempit ruang gerak warga Palestina dan memperparah kondisi keamanan di kawasan tersebut.

Sumber-sumber Palestina di wilayah Tepi Barat bagian utara menyatakan bahwa sejak dimulainya penggerebekan besar-besaran pasukan Israel terhadap kamp-kamp pengungsi Jenin, Nur Shams, dan Tulkarm pada 21 Januari lalu, lebih dari 32.000 warga Palestina telah terpaksa mengungsi dari rumah mereka.

Di Kota Tulkarm beserta dua kamp pengungsinya, serta di kamp Nur Shams, sumber-sumber Palestina melaporkan bahwa pasukan Israel terus melakukan penggerebekan, penangkapan, penghancuran rumah, serta serangan oleh pemukim ilegal selama 310 hari berturut-turut tanpa henti.

Kerusakan Parah di Tulkarm, Ribuan Rumah Hancur

Lebih dari 5.000 keluarga telah mengungsi dari kamp-kamp pengungsi di Tulkarm. Sedikitnya 1.440 rumah dilaporkan hancur total, sementara 2.573 rumah lainnya mengalami kerusakan berat akibat serangan dan pembongkaran yang dilakukan pasukan Israel.

Kondisi ini menyebabkan ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal, harta benda, serta mata pencaharian, dan menambah deretan panjang krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Tepi Barat.

Para pemerhati kemanusiaan memperingatkan bahwa pengepungan militer, pengungsian massal, serta penghancuran infrastruktur sipil akan semakin memperburuk kondisi kehidupan warga Palestina di Tepi Barat. Akses terhadap air bersih, listrik, pelayanan kesehatan, dan pendidikan dilaporkan semakin terbatas akibat operasi militer yang terus berlangsung.

Selain itu, pemindahan paksa warga dari rumah mereka untuk dijadikan pos militer dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional, karena secara langsung menargetkan warga sipil.

Penutup

Perkembangan terbaru di Ramallah, Nablus, Tubas, Jenin, dan Tulkarm menunjukkan bahwa eskalasi militer Israel di Tepi Barat terus meningkat dengan skala yang semakin luas. Pengepungan, serangan udara, pembongkaran rumah, serta pengungsian massal terus berlangsung tanpa tanda-tanda akan mereda.

Dengan lebih dari puluhan ribu warga Palestina telah kehilangan tempat tinggal, dan ribuan rumah rata dengan tanah, kondisi kemanusiaan di Tepi Barat kini memasuki fase yang semakin kritis. Sementara itu, seruan internasional untuk menghentikan kekerasan dan melindungi warga sipil masih belum menghasilkan perubahan nyata di lapangan. (*)

Sumber: Tasnim News
Penerjemah dan Editor: Ali Hadi Assegaf

 

 

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA