Search

OPD Kutim Kompak Bahas Efisiensi Anggaran Sekolah Rakyat

Plt Asisten I Setkab Kutim, Trisno. (Berita Alternatif/Gaffar)

BERITAALTERNATIF.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menunjukkan sinergi kuat antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyusun konsep efisiensi pembangunan Sekolah Rakyat.

Plt Asisten I Setkab Kutim Trisno mengatakan bahwa langkah efisiensi ini merupakan instruksi langsung Bupati Kutim agar setiap OPD bekerja sama mencari solusi terbaik.

“Kita tidak ingin ada program yang tertunda hanya karena keterbatasan anggaran. Maka harus ada kolaborasi,” ujarnya kepada awak media baru-baru ini.

Dalam rapat tersebut hadir perwakilan Dinas PU, Dinas Perkim, Dinas Sosial, Bappeda, BPKAD, hingga pihak PLN dan PDAM.

Semua OPD diminta melakukan kajian mendalam mengenai aspek teknis, pembiayaan, dan kesiapan infrastruktur dasar di lokasi yang akan dijadikan Sekolah Rakyat.

Menurut dia, semangat efisiensi ini bukan berarti mengurangi kualitas pembangunan. Sebaliknya, pemerintah berupaya mengefisienkan pos pengeluaran tanpa mengorbankan mutu hasil.

“Kami ingin setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar berdampak,” katanya.

Hasil koordinasi antar-OPD ini kemudian mengerucut pada satu lokasi alternatif di Simono. Lahan tersebut dianggap memenuhi semua persyaratan teknis tanpa perlu pengeluaran besar untuk pematangan lahan.

Ia menyebut, proses rapat berjalan terbuka dan penuh komitmen. Setiap dinas diberikan kesempatan untuk memaparkan hasil temuan di lapangan, termasuk penghitungan kebutuhan biaya, akses jalan, dan kondisi tanah.

“Kolaborasi ini contoh konkret bagaimana OPD bekerja bersama untuk satu tujuan, yaitu efisiensi dan percepatan pembangunan,” tuturnya.

Trisno menegaskan, penyusunan konsep efisiensi ini tetap berpegang pada asas transparansi dan akuntabilitas. Semua hasil rapat akan dituangkan dalam kajian komprehensif yang menjadi bahan usulan ke pemerintah pusat.

“Setelah semua data terkumpul, Dinas Sosial akan menjadi koordinator penyusunan dokumen kajian tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, langkah-langkah seperti ini perlu dijadikan pola kerja bersama di semua sektor pembangunan.

“Kita harus membangun budaya kolaboratif, tidak bisa lagi bekerja sektoral,” katanya.

Dia juga menambahkan bahwa pengalaman dalam proyek Sekolah Rakyat ini akan menjadi pelajaran berharga bagi Pemkab Kutim untuk proyek-proyek besar lainnya.

“Kita sudah membuktikan, dengan kerja bersama, hal yang semula dianggap berat bisa diselesaikan dengan solusi cerdas dan efisien,” ujarnya. (adv)

Penulis: Gaffar
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA