Search

Ngabubule: Beyond Grammar, Beyond Borders, Mahasiswa UTS Berdialog Langsung dengan Narasumber Internasional

Kegiatan Ngabubule: Beyond Grammar, Beyond Borders secara daring yang diadakan oleh organisasi mahasiswa ENCORE Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris Fakultas Psikologi dan Humaniora Universitas Teknologi Sumbawa pada Minggu, 8 Maret 2026. (Panitia Kegiatan)

BERITAALTERNATIF.COM – Organisasi mahasiswa ENCORE dari Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris Fakultas Psikologi dan Humaniora Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) menyelenggarakan kegiatan bertajuk Ngabubule: Beyond Grammar, Beyond Borders secara daring pada Minggu, 8 Maret 2026.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber internasional yang memberikan pengalaman diskusi lintas budaya bagi para mahasiswa.

Dua pembicara yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Jiang Yin dari Hunan Applied Technology University, Tiongkok, serta Piotr Brurak, seorang City Greeter dari Poland. Melalui forum ini, mahasiswa berkesempatan berdialog langsung mengenai pengalaman hidup, kebudayaan, serta dinamika sosial di berbagai negara.

Diskusi berlangsung hangat dan menarik karena bertepatan dengan sejumlah momen perayaan penting dalam berbagai tradisi budaya. Indonesia baru saja merayakan Tahun Baru Imlek, umat Muslim tengah menjalani Ramadan, dan masyarakat Kristen di berbagai negara juga bersiap menyambut Paskah.

Momentum ini dimanfaatkan para narasumber dan peserta untuk saling berbagi cerita mengenai tradisi, makna perayaan, serta nilai-nilai budaya yang melekat dalam setiap momen tersebut.

Para mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pandangan tentang bagaimana tradisi budaya di negara masing-masing dijalankan. Diskusi ini tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga membuka ruang pemahaman yang lebih dalam tentang keberagaman budaya dunia.

Ketua panitia kegiatan menjelaskan bahwa kegiatan Ngabubule dirancang sebagai ruang pembelajaran yang melampaui sekadar pembahasan tata bahasa Inggris.

Melalui interaksi langsung dengan narasumber internasional, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan perspektif global serta meningkatkan sensitivitas terhadap perbedaan budaya.

“Belajar bahasa Inggris tidak hanya berkaitan dengan grammar, tetapi juga tentang memahami manusia, budaya, dan cara pandang yang berbeda di berbagai belahan dunia,” ungkap salah satu panitia kegiatan dalam rilis yang diterima redaksi Berita Alternatif pada Rabu (11/3/2026).

Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris UTS dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi bahasa Inggris yang kuat, tetapi juga memiliki wawasan global, sikap toleran, serta nilai-nilai humanis dalam interaksi lintas budaya.

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa UTS, tetapi juga dihadiri oleh para siswa dari SMA Negeri 1 Sumbawa yang turut bergabung sebagai audiens. Kehadiran para siswa tersebut menambah dinamika diskusi serta memperluas jangkauan manfaat kegiatan.

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab serta diskusi yang berlangsung interaktif sepanjang acara. Banyak peserta menyampaikan ketertarikannya terhadap pengalaman hidup dan perspektif budaya yang dibagikan para narasumber.

Melalui kegiatan seperti Ngabubule: Beyond Grammar, Beyond Borders, ENCORE terus berupaya menghadirkan ruang belajar yang mempertemukan mahasiswa dengan perspektif global serta memperkaya pemahaman lintas budaya.

Program ini menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang tidak hanya terampil berbahasa Inggris, tetapi juga mampu berinteraksi secara bijak di tengah masyarakat internasional.

Dengan kegiatan semacam ini, Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris UTS berharap mahasiswa dapat melihat bahasa sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai bangsa, sekaligus membuka jendela menuju pemahaman dunia yang lebih luas. (*)

Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA