BERITAALTERNATIF.COM — Musyawarah Daerah (Musda) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kutai Kartanegara tidak hanya diproyeksikan sebagai agenda lima tahunan organisasi, tetapi juga sebagai momentum konsolidasi alumni lintas generasi serta regenerasi kepemimpinan presidium KAHMI di daerah.
Ketua Panitia Musda KAHMI Kukar, Haji Mubarak, menegaskan bahwa Musda dan pra Musda dirancang beriringan untuk membangun kembali semangat kebersamaan alumni HMI yang tersebar di berbagai sektor dan wilayah.
Menurutnya, KAHMI sebagai organisasi alumni memiliki karakter kuat sebagai ruang silaturahmi, sehingga forum-forum seperti ini menjadi sangat penting.
“Kita kan organisasi silaturahmi, sehingga momen-momen yang semacam ini yang kita rindukan ke depan itu supaya bisa kembali berkumpul,” ujarnya kepada awak media Berita Alternatif pada Minggu (11/1/2026).
Dalam konteks kepemimpinan, Mubarak menyebutkan bahwa kandidat presidium KAHMI Kukar ke depan tidak harus terbatas pada jajaran presidium yang saat ini aktif.
Meski demikian, figur-figur yang ada di presidium sekarang masih menjadi poros utama dalam dinamika pencalonan.
“Yang paling nyata itu adalah presidium saat ini, yang ada sekitar sembilan orang,” katanya.
Namun, dia juga membuka peluang munculnya wajah-wajah baru dalam kontestasi kepemimpinan KAHMI Kukar.
Hal ini dinilainya penting untuk menjaga kesinambungan organisasi sekaligus memberi ruang bagi alumni HMI yang memiliki kapasitas dan komitmen.
“Mungkin nanti minus Bang Sarkowi, karena kita ingin mendorong beliau ke KAHMI wilayah di Provinsi Kaltim. Kemudian mungkin dari yang ada itu, mungkin ada wajah-wajah baru nantinya yang mungkin menempati posisi [presidium],” ungkapnya.
Lebih jauh, panitia Musda KAHMI Kukar juga menyimpan harapan besar agar sejumlah alumni HMI yang saat ini menduduki jabatan strategis di pemerintahan daerah dapat turut ambil bagian dalam struktur presidium ke depan.
“Bupati kan KAHMI, kemudian juga Ketua DPRD KAHMI. Itu bisa bergabung di presidium. Itu harapan kita,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keterlibatan para alumni tersebut sepenuhnya dikembalikan pada kesiapan dan komitmen masing-masing, terutama terkait kesinambungan aktivitas dan kontribusi terhadap organisasi.
“Terutama kan kaitan dengan kesinambungan aktivitas beliau, mudah-mudahan masih bisa berkontribusi kepada KAHMI,” lanjutnya.
Dari sisi partisipasi, panitia berharap kehadiran anggota KAHMI pada Musda mendatang dapat melampaui target yang telah ditetapkan.
Hal ini didorong oleh capaian positif kepengurusan presidium sebelumnya yang dinilainya berhasil menghidupkan kembali berbagai kegiatan alumni.
“Alhamdulillah periodenya Presidium KAHMI di bawah koordinator Presidium Bang Sarkowi itu berjalan dengan baik. Banyak agenda kegiatan yang mengumpulkan para alumni,” katanya.
Mubarak menilai keberhasilan tersebut menjadi modal penting bagi Musda mendatang untuk memperkuat persatuan di tengah perbedaan pandangan dan kepentingan yang wajar dalam organisasi besar seperti KAHMI.
Dengan rangkaian pra Musda yang bersifat inklusif dan Musda yang diarahkan sebagai forum strategis, KAHMI Kukar berharap dapat melahirkan kepemimpinan baru yang mampu menjaga tradisi intelektual, memperkuat jejaring alumni, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Walaupun mungkin perbedaan-perbedaan kepentingan, pandangan, tapi kita ini satu keluarga, benar-benar bisa berkumpul sama-sama lebih daripada yang ada sekarang,” pungkasnya. (*)
Penulis : Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin











