BERITAALTERNATIF.COM – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara, mengumumkan akan memberikan 10 unit rumah minimalis secara gratis kepada kalangan milenial yang berasal dari profesi guru, pelaku UMKM, jurnalis, serta profesi lainnya. Program ini diumumkan saat Ara bertemu dengan para pengembang perumahan dalam rangka membahas wacana perubahan tipe rumah subsidi di Indonesia, Kamis (12/6), di Jakarta.
Maruarar menyatakan bahwa 10 unit rumah subsidi tersebut akan dibeli menggunakan dana pribadi sebagai bentuk kontribusinya terhadap generasi muda. Ia menegaskan bahwa rumah-rumah tersebut akan diberikan secara cuma-cuma kepada penerima terpilih dari berbagai profesi, dengan catatan berada dalam kategori usia milenial dan belum pernah memiliki rumah subsidi.
Dalam pernyataannya, Ara menyebutkan bahwa rumah subsidi yang dimaksud adalah tipe minimalis dengan harga per unit sekitar Rp105 juta. Rumah tersebut hadir dalam dua varian, yaitu tipe dengan luas bangunan 14 meter persegi di atas lahan 25 meter persegi, dan tipe kedua dengan luas bangunan 23,4 meter persegi di atas tanah seluas 26,3 meter persegi. Revisi tipe rumah subsidi ini masih dalam bentuk draf dan belum disahkan secara resmi.
Maruarar juga menegaskan bahwa rumah-rumah ini akan selesai dibangun pada tahun 2025, bukan sekadar dimulai. Ia meminta para pengembang yang hadir dalam diskusi untuk mulai membangun rumah dengan tipe baru tersebut agar dapat segera direalisasikan.
Seleksi penerima rumah akan dilakukan dengan persyaratan tertentu, antara lain belum memiliki rumah subsidi serta memiliki penghasilan di bawah Rp12 juta untuk yang belum menikah dan di bawah Rp14 juta untuk yang sudah menikah. Meski demikian, detail lokasi pembangunan dan daftar penerima belum diumumkan secara rinci.
Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya pemerintah menjaring aspirasi generasi milenial dalam menyusun konsep rumah subsidi yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan. Maruarar menambahkan, apabila konsep rumah subsidi ini kurang diminati, rumah-rumah tersebut tetap akan dibangun dan dialihkan sebagai hunian komersial.
Menurutnya, program rumah subsidi menawarkan berbagai kemudahan seperti bunga kredit hanya 5 persen dan uang muka 1 persen. Oleh karena itu, ia berharap konsep rumah minimalis ini dapat menjadi solusi nyata bagi milenial yang kesulitan memiliki rumah di tengah kota dengan harga terjangkau.
Langkah ini mendapat perhatian luas dari masyarakat dan menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mendorong kesejahteraan generasi muda, khususnya di sektor perumahan yang selama ini menjadi tantangan besar di wilayah perkotaan. (*)
Sumber : ANTARA
Editor : M.Anshori










