Search

Lurah Baru Tenggarong Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Yayasan Abu Dzar Al-Ghifari Kukar

Lurah Baru Tenggarong, Bayu Ramanda Baninugraha. (Berita Alternatif/Sayyid Ali Hadi)

BERITAALTERNATIF.COM – Yayasan Abu Dzar Al-Ghifari Kukar menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw pada Senin (29/9/2025) di Kelurahan Baru, Tenggarong, Kabupaten Kukar.

Acara ini turut dihadiri oleh Lurah Baru Tenggarong, Bayu Ramanda Baninugraha, bersama sejumlah tokoh masyarakat serta jemaah dari berbagai lapisan.

Dalam pernyataannya, Bayu menyampaikan apresiasi terhadap semangat masyarakat Kelurahan Baru yang terus berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan, termasuk dalam momentum peringatan kelahiran Nabi Muhammad Saw.

Ia menyebutkan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari sembilan rangkaian peringatan Maulid yang telah dilaksanakan di wilayahnya.

“Berbagai kelompok masyarakat di Kelurahan Baru berlomba-lomba secara positif untuk merayakan Maulid. Dan ini adalah kelompok kesembilan yang saya hadiri dari rangkaian kegiatan yang sudah berjalan.

Meskipun bulan Rabiul Awal sudah berlalu, ia menyebut Maulid tidak harus terikat pada bulan itu. Maulid bisa saja diperingati berdasarkan kehendak masyarakat muslim.

Bayu menekankan bahwa esensi peringatan Maulid Nabi bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan harus memberi dampak positif terhadap peningkatan kualitas iman dan takwa masyarakat.

Dia menjelaskan, peringatan Maulid sama seperti tarawih, Idulfitri, atau Iduladha yang sudah menjadi agenda rutin. Namun, jangan sampai hanya sebatas formalitas. Harus ada peningkatan kualitas mental, iman, dan ketakwaan kepada Allah Swt. “Kita harus bisa meneladani Nabi Muhammad Saw sebagai panutan utama dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum refleksi diri bagi umat Islam.

Bayu menegaskan bahwa generasi muda maupun tua harus terus menyiapkan diri agar benar-benar menjadi umat yang mengikuti jejak Rasulullah Saw.

Rutinitas tahunan ini, kata dia, harus berdampak pada kualitas setiap diri sebagai umat Nabi Muhammad.

“Kita harus menjadikan beliau sebagai idola, pemimpin, dan teladan, sehingga ada penambahan kualitas kadar kenabian dan kemuhammadan dalam diri kita,” tambahnya.

Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Yayasan Abu Dzar Al-Ghifari Kukar berlangsung khidmat, diisi dengan pembacaan shalawat, ceramah agama, serta doa bersama. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat ukhuwah islamiyah dan menumbuhkan kecintaan masyarakat kepada Rasulullah Saw. (*)

Penulis & Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA