BERITAALTERNATIF.COM – Kuasa hukum pelapor dugaan pelanggaran kode etik penanganan pelanggaran Pemilu La Ode Ali Imran menyebut demokrasi tidak akan berjalan maksimal jika Bawaslu Kukar abai terhadap laporan-laporan dari masyarakat.
“Kita sebagai publik ini kan juga turut terlibat untuk melakukan partisipasi terhadap pengawal demokrasi yang lebih baik,” ujar dia baru-baru ini kepada awak media Berita Alternatif.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat mengomentari sidang pemeriksaan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP) RI terkait pelanggaran kode etik penanganan pelanggaran Pemilu.
Laporan tersebut diharapkannya menjadi momentum pendidikan politik di Kukar dalam menyongsong demokrasi yang sehat.
“Harapan kita adalah hakim DKPP bisa bersifat atau bisa berlaku secara objektif, fair dan imparsial, sehingga bisa memberikan kepuasan terhadap keinginan publik untuk Pemilu yang lebih baik,” harapnya.
Menurut dia, laporan yang ditujukan kepada Bawaslu Kukar tersebut telah memenuhi syarat formil dan materil.
Fakta-fakta persidangan serta pengakuan-pengakuan terlapor, sambung La Ode, berkolerasi dengan laporan mereka.
“Kami meyakini apa pun bentuk sanksinya, tapi yang jelas ini melanggar kode etik. Kami meyakini itu,” tegasnya.
Ia berharap putusan dalam sidang mendatang bisa membangkitkan kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara Pemilu, terutama DKPP RI.
Putusan tersebut, lanjut dia, sangat dinantikan oleh publik Kukar. Pasalnya, sidang sebelumnya banyak disaksikan oleh warga Kukar.
Laporan ini juga diharapkannya dapat membangkitkan kesadaran masyarakat agar dapat memaksimalkan fasilitas untuk melaporkan berbagai pelanggaran Pemilu 2024.
“Ada fasilitas yang bisa digunakan (berupa aplikasi Siaga Pemilu), dan itu dilegalkan oleh UU,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa laporan yang dilayangkan pihaknya tak bermaksud mencelakai dan menjatuhkan pihak tertentu, melainkan menjaga demokrasi agar tetap berjalan dengan baik.
“Itu sah menurut demokrasi langkah-langkah yang kami lakukan. Dan kami berharap dari proses demokrasi yang baik akan melahirkan wakil-wakill maupun pemimpin yang baik,” tutupnya. (mt/fb)












