BERITAALTERNATIF.COM – Panglima tertinggi militer Iran mengecam keras rezim Israel atas pembunuhan sejumlah pejabat senior Yaman baru-baru ini.
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Jenderal Abdolrahim Mousavi menilai tindakan itu sebagai bukti nyata ketakutan mendalam Tel Aviv terhadap meluasnya Poros Perlawanan di kawasan.
Mousavi menyampaikan hal tersebut pada Senin (1/9/2025) dalam sebuah pesan khusus yang ditujukan kepada bangsa Yaman terkait peristiwa pembunuhan itu.
“Kejahatan ini mencerminkan ketakutan rezim terhadap semakin luasnya Poros Perlawanan,” tegasnya.
Dia menambahkan, rezim Israel khawatir melihat persatuan yang kian tumbuh di antara negara-negara kawasan dalam membela perjuangan Palestina untuk merdeka dari penjajahan dan agresi Israel.
Mousavi mengecam pembunuhan terarah itu sebagai “kejahatan perang yang mengerikan sekaligus aksi teroris yang jelas-jelas melanggar hukum internasional.”
Menurutnya, kebiadaban semacam ini hanyalah noda lain bagi rezim yang disebutnya sebagai “gembong teror sekaligus pelindung para teroris di seluruh dunia.”
Dia menegaskan, Tel Aviv melakukan pertumpahan darah semacam ini sejalan dengan kebijakan agresif dan ekspansionis yang terus mereka jalankan bersama para pendukung utamanya, terutama Amerika Serikat.
Pesan itu muncul setelah serangan udara Israel di ibu kota Yaman, Sana’a, menewaskan Perdana Menteri Ahmed Ghaleb al-Rahawi dari Pemerintahan Nasional untuk Perubahan dan Pembangunan, serta delapan pejabat lainnya yang memegang berbagai jabatan penting.
Serangan tersebut terjadi dalam konteks agresi berulang rezim Israel terhadap Yaman, yang semakin meningkat sejak Angkatan Bersenjata Yaman mulai melancarkan operasi hampir setiap hari ke sasaran sensitif Israel. Aksi itu dilakukan sebagai respons atas perang genosida yang dilancarkan Tel Aviv terhadap Jalur Gaza sejak Oktober 2023.
Namun, Mousavi menegaskan bahwa kekejaman semacam itu “tidak akan pernah melemahkan tekad revolusioner maupun semangat juang para pejuang Yaman yang berlandaskan iman.”
Ia menyatakan bangsa Yaman dengan perjuangan berkelanjutan mereka telah menjadi simbol perlawanan terhadap sistem hegemonik global dan sumber kebanggaan bagi umat Islam di seluruh dunia.
Mousavi pun menutup dengan menegaskan kembali dukungan penuh Teheran untuk rakyat Yaman dalam perjuangan mereka. (*)
Sumber: Mehr News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin












