Search

Kemeriahan Penutupan Festival Nasi Bekepor Fisipol Unikarta

Suasana malam puncak Festival Musik Nasi Bekepor 2025. (Berita Alternatif/Ulwan Murtadho)

BERITAALTERNATIF.COM – Festival Nasi Bekepor VI tahun 2025 menjadi salah satu momen istimewa dalam upaya memperkenalkan tradisi kuliner dan budaya Kutai Kartanegara (Kukar) kepada generasi muda.

Sejak pagi hingga malam, kegiatan ini berlangsung meriah, berpuncak pada penampilan berbagai band di panggung utama dalam Festival Musik Nasi Bekepor.

Ketua panitia Anselmus Asas menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang tahunan, juga sebagai sarana edukasi budaya untuk mahasiswa dan masyarakat.

“Kemungkinan anak-anak zaman sekarang banyak yang tidak tahu dan tidak mengerti tentang tradisi Nasi Bekepor ini. Kami dari BEM Fisipol mengadakan kegiatan ini untuk mengenalkan tradisi ini,” ucapnya kepada awak media Berita Alternatif, Senin (16/6/2025).

Dia menegaskan bahwa Festival Nasi Bekepor tak hanya perayaan kuliner khas, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkuat kebersamaan mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah yang diwujudkan melalui berbagai penampilan seni.

Kegiatan diawali dengan sambutan-sambutan dari para tamu undangan, antara lain perwakilan Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan, dan unsur Pemerintah Kabupaten Kukar.

Prosesi kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng serta penyalaan api simbolis nasi bekepor yang menjadi ikon pembuka festival.

Sejumlah pertunjukan kesenian turut memeriahkan kegiatan tersebut, di antaranya Tari Massal Fisip dan tarian yang disuguhkan Sanggar Bebaya, serta penampilan musik tradisional tingkilan Bebaya yang dibawakan seniman-seniman lokal.

Seluruh rangkaian kegiatan di pagi dan siang hari berlangsung hingga prosesi beseprah sekitar pukul 12.00 Wita.

Setelah itu, kata Anselmus, panitia menghentikan sementara kegiatan untuk istirahat dan persiapan sesi malam.

Puncak acara dimulai pukul 20.00 Wita ketika panggung utama Festival Musik Nasi Bekepor mulai menampilkan sejumlah grup musik lokal.

Deretan band yang tampil antara lain band Fisipol, yang personilnya diisi oleh mahasiswa dari Unikarta. Ada juga penampilan band ENZI yang kali ini mendapat kesempatan untuk membawakan genre reggae dan ska.

Pada malam puncak kegiatan, suasana semakin hangat dan penuh antusiasme saat mahasiswa dan pengunjung larut dalam alunan musik.

Mereka tampak ikut bernyanyi dan menari mengikuti irama yang dimainkan para musisi.

Ia berharap festival ini bisa meninggalkan kesan mendalam sekaligus meneguhkan semangat mahasiswa Kukar untuk menghargai tradisi lokal di tengah masyarakat.

“Kami ingin festival ini ke depan lebih besar dan lebih meriah dari tahun ini. Juga supaya orang-orang tahu bahwa di Kutai Kartanegara ini ada kampus dan ada festival budaya seperti ini,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA