Search

Kemensos Perkuat Infrastruktur Digital dan SDM untuk 166 Sekolah Rakyat

 Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (ketiga kiri) dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (kedua kanan) meninjau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 10 Bogor, Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS), Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (14/7/2025). (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/rwa)

BERITAALTERNATIF – Kementerian Sosial (Kemensos) terus memperkuat dukungan terhadap pengelolaan Sekolah Rakyat dengan melengkapi perangkat kerja digital serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang bertugas di seluruh satuan pendidikan tersebut. Upaya ini dilakukan untuk memastikan layanan pendidikan dan pendampingan siswa berjalan semakin efektif dan akuntabel.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan bahwa proses pemenuhan perangkat teknologi menjadi bagian penting dalam pengembangan Sekolah Rakyat yang kini hadir di berbagai daerah di Indonesia. Ia menegaskan bahwa penyediaan fasilitas seperti laptop, komputer, dan perlengkapan operasional lainnya disiapkan secara bertahap agar tata kelola asrama, pencatatan data, dan kegiatan pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal.

Menurut Saifullah, penguatan perangkat digital ini dilakukan seiring dengan pelaksanaan Pelatihan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) bagi operator Sekolah Rakyat, serta pelatihan pengaduan dan pengelolaan asrama bagi wali asuh dan wali asrama. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan teknis para pendamping sehingga proses administrasi, monitoring siswa, dan pengelolaan fasilitas dapat berjalan lebih tertib dan modern.

Saat ini terdapat 526 operator, wali asuh, dan wali asrama yang bertugas di 166 titik Sekolah Rakyat rintisan. Saifullah menegaskan bahwa pemerintah memiliki komitmen kuat untuk memastikan seluruh petugas mendapatkan perlengkapan dan dukungan operasional yang memadai. Ia juga menyampaikan bahwa para operator dan wali asrama sudah memiliki ketentuan tunjangan sebagai bagian dari pegawai pemerintah berstatus PPPK.

Menurut data Kemensos, sebanyak 166 Sekolah Rakyat rintisan telah dibangun pada tahun 2025 dengan kapasitas hampir 16.000 siswa. Sekolah tersebut didukung oleh 2.400 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA atau sederajat.

Kemensos menargetkan seluruh Sekolah Rakyat dilengkapi dengan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi modern pada akhir tahun 2025. Fasilitas tersebut meliputi papan interaktif digital (IFP), laptop yang terhubung jaringan internet, perangkat belajar, serta seragam khusus bagi siswa, guru, dan wali asrama. Pemenuhan fasilitas dilakukan bertahap sesuai kesiapan masing-masing lokasi.

Untuk tahap awal, seluruh Sekolah Rakyat rintisan masih memanfaatkan fasilitas milik Kemensos, pusat pelatihan milik Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), serta sejumlah fasilitas pemerintah daerah. Penggunaan fasilitas bersama ini dilakukan sambil menunggu proses pembangunan dan pengadaan sarana permanen di setiap sekolah.

Saifullah menegaskan bahwa penguatan infrastruktur, peningkatan kapasitas SDM, dan pemenuhan sarana digital merupakan dasar penting agar Sekolah Rakyat dapat memberikan dampak nyata bagi anak-anak penerima manfaat. Ia berharap seluruh proses berjalan lancar dan dapat memperkuat kualitas pendidikan bagi siswa dari berbagai latar belakang sosial di seluruh Indonesia. (*)

Sumber: Indonesia.go.id
Editor: Ali Hadi Assegaf

 

 

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA