Search

IRGC: USS Abraham Lincoln Mundur setelah Mengalami Kerusakan

USS Abraham Lincoln milik Amerika Serikat membawa sejumlah tempur di tengah upaya agresi terhadap Iran. (Al Mayadeen)

BERITAALTERNATIF.COM – Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN-72) mengalami kerusakan signifikan setelah menjadi sasaran serangan rudal dan drone.

Menurut IRGC, kapal induk tersebut kini sedang mundur menuju Amerika Serikat setelah serangan tersebut.

Pernyataan itu muncul ketika Iran terus melancarkan operasi terhadap aset dan pangkalan militer AS di berbagai wilayah kawasan sebagai respons atas agresi yang sedang berlangsung oleh AS dan Israel terhadap Iran.

Secara terpisah, kebakaran dilaporkan terjadi di kapal induk AS USS Gerald R. Ford (CVN-78) di area utama tempat pencucian (laundry) kapal.

Menurut United States Central Command (CENTCOM), kebakaran tersebut diduga tidak terkait dengan operasi tempur dan berhasil dengan cepat dikendalikan.

Dalam konteks terkait, juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya milik Iran mengumumkan bahwa sebuah pesawat pengisi bahan bakar udara milik AS KC-135 Stratotanker menjadi sasaran sistem pertahanan udara di wilayah barat Irak.

Ia mengklaim bahwa pesawat tersebut ditembak jatuh dan seluruh awaknya tewas.

Menurut juru bicara tersebut, pesawat itu diserang hingga akhirnya hancur.

Pesawat pengisi bahan bakar KC-135 biasanya membawa hingga enam awak, termasuk pilot, kopilot, serta operator bom yang bertugas melakukan pengisian bahan bakar di udara. Beberapa misi juga dapat melibatkan seorang navigator, menurut informasi yang dipublikasikan oleh United States Air Force, seperti dilaporkan oleh CNN.

Pada momentum tersebut, Iran juga terus meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap pangkalan AS di kawasan tersebut, aset angkatan laut, serta lokasi militer Israel di Palestina yang diduduki sebagai bagian dari respons terhadap perang yang sedang berlangsung.

Kantor hubungan masyarakat IRGC pada hari Kamis (12/3/2026) mengumumkan bahwa pasukan angkatan lautnya melancarkan serangan rudal dan drone pada waktu fajar yang menargetkan markas United States Fifth Fleet di Mina Salman Naval Base.

Menurut pernyataan tersebut, operasi dilakukan dalam dua gelombang dengan menggunakan kombinasi rudal dan kendaraan udara tak berawak (drone).

Serangan tersebut menargetkan sejumlah instalasi di dalam pangkalan, termasuk sistem pertahanan anti-drone LIDS, serta fasilitas pemeliharaan dan penyimpanan yang digunakan untuk kapal tak berawak yang dioperasikan dari jarak jauh.

Target tambahan mencakup fasilitas peralatan pendukung, tangki penyimpanan bahan bakar, serta area perakitan yang digunakan oleh pasukan AS di dalam pangkalan.

IRGC menyatakan bahwa target-target tersebut dihantam dengan presisi tinggi menggunakan drone satu arah tipe loitering, serta rudal jelajah dan rudal balistik. (*)

Sumber: Al Mayadeen

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA