Search

Evaluasi dan Masukan Ketua Panitia terkait Pemilihan Rektor Unikarta

Ketua Panitia Penjaringan Calon Rektor Universitas Kutai Kartanegara, Dr. Haji Mubarak. (Berita Alternatif/Ahmad Rifai)

BERITAALTERNATIF.COM – Panitia Penjaringan Calon Rektor Unikarta sebelumnya menggelar forum diskusi terbuka di area food court kampus.

Ketua Panitia Penjaringan Calon Rektor, Dr. Haji Mubarak, menjelaskan bahwa kegiatan ini dihadirkan sebagai bagian dari transparansi serta ruang dialog antara calon rektor dengan civitas akademika.

“Kami diberi waktu empat hari untuk sosialisasi, dan kalau hanya keliling fakultas itu kurang efektif. Model diskusi terbuka ini pernah dilakukan pada tahun 2017. Karena hanya ada satu calon, maka formatnya lebih pada penyampaian visi, misi, dan action plan,” jelasnya kepada awak media Berita Alternatif pada Selasa (9/12/2025).

Tujuan forum tersebut antara lain menghadirkan transparansi agar publik kampus tidak seperti “membeli kucing dalam karung”; menguji gagasan calon rektor secara akademik; membangun komunikasi dua arah dengan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan alumni; menjadi wadah penyampaian aspirasi yang mungkin belum tercantum dalam rencana aksi calon rektor.

Mubarak menyampaikan sejumlah evaluasi penting terkait pelaksanaan teknis.

Pertama, waktu hanya tiga bulan: tidak ideal untuk menjaring banyak calon. “Statuta sebenarnya memberi waktu enam bulan. Tetapi tahun ini hanya tiga bulan, terlalu pendek. Karena itu penjaringan calon tidak maksimal,” ungkapnya.

Kedua, minim anggaran: membatasi ruang kreatif panitia. “Ini membuat ruang-ruang keterbukaan dan kegiatan tambahan untuk memperluas partisipasi tidak dapat dilakukan optimal,” katanya.

Ketiga, kebutuhan penyempurnaan regulasi dan SOP pemilihan. “Panitia bekerja sebagai perpanjangan tangan senat. Ke depan, tata aturan dan mekanisme harus dibuat lebih kuat dan lebih jelas agar panitia lebih nyaman dalam bekerja,” terangnya.

Dari sisi kandidat potensial, dia menilai masih banyak dosen memenuhi syarat tetapi tidak berani maju.

“Seperti kemarin Pak Dr. Ansahar, sebenarnya punya kapasitas, tapi agak malu-malu karena kompetitornya adalah inkumben. Ke depan mungkin akan lain, karena Pak Ince sudah dua periode. Mungkin akan muncul persaingan baru dan wajah-wajah baru,” ucapnya.

Ia juga memprediksi bahwa akan ada lebih banyak doktor yang naik menjadi guru besar, sehingga jumlah kandidat potensial rektor akan semakin besar.

Menutup evaluasi, Mubarak menyampaikan sejumlah harapan: Jadwal penjaringan dikembalikan ke enam bulan, sesuai statuta; regulasi pemilihan diperjelas agar memberikan kepastian bagi panitia, dan pendanaan ditingkatkan agar ruang dialog publik dan sosialisasi lebih terbuka.

Selain itu, dia menyarankan, meningkatkan keberanian dan partisipasi para akademisi kompeten untuk menjadi calon rektor serta pemilihan rektor benar-benar menjadi momen uji gagasan, bukan hanya formalitas administratif. (*)

Penulis: Ahmad Rifai
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA