BERITAALTERNATIF.COM – Departemen Kehumasan, Media, dan Penerangan (HMP) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ahlulbait Indonesia (ABI) menggelar diskusi bersama Departemen HMP Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) ABI Kalimantan Timur (Kaltim) di Pondok Khitan Duafa Kaltim, Jalan Bung Tomo, Samarinda, pada Kamis (12/2/2026) petang.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum strategis membahas penguatan pengaderan dan peran kehumasan dalam pergerakan organisasi.
Ketua Departemen HMP DPP ABI, Ustadz Mukhlisin Turkan, hadir langsung dalam kunjungan tersebut dan disambut oleh Ketua Departemen HMP DPW ABI Kaltim, H. Muhammad Saleng.
Turut hadir Ketua DPD ABI Kota Samarinda, perwakilan pengurus DPW ABI Kaltim, serta Ketua Pimwil Pandu Kaltim.
Meski dikemas dalam suasana santai, diskusi berjalan serius dengan pembahasan yang mendalam dan substansial.
Dalam dialog tersebut, Ustadz Mukhlisin menekankan pentingnya pengaderan sebagai fondasi utama keberlangsungan organisasi.
Menurutnya, proses kaderisasi tidak dapat dilepaskan dari peran sentral para guru. “Apa yang diajarkan oleh guru akan diserap dan membentuk karakter murid. Maka kualitas pengaderan sangat erat kaitannya dengan kualitas para pendidiknya,” ujarnya.
Dia menegaskan bahwa inti terdalam dari pengaderan organisasi adalah tanggung jawab. Dalam perspektif keislaman, tanggung jawab itu berangkat dari kesadaran taklif, yakni kesadaran atas amanah dan kewajiban yang dibebankan kepada setiap individu.
“Taklif adalah modal dan pedoman terkuat dalam pergerakan. Ketika seseorang bergerak atas dasar tanggung jawab dan kesadaran, maka sekecil apa pun kontribusinya akan memiliki nilai besar di sisi Allah,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap amal dan kontribusi tidak pernah luput dari perhatian Ilahi. Mengutip pesan Alquran, Ustadz Mukhlisin menyampaikan bahwa “Allah dan aulia Allah tidak akan diam melihat apa yang kita berikan dan apa yang kita kerjakan.”
Dalam pemaparannya, dia memberikan contoh keteladanan tiga nabi dengan karakter dan fungsi kepemimpinan yang berbeda, yakni Nabi Daud as, Nabi Yusuf as, dan Nabi Muhammad saw.
Ia menjelaskan, metode sosial sebagaimana dicontohkan Rasulullah saw merupakan metode terbaik dalam rekrutmen dan pengaderan. Pendekatan yang menyentuh masyarakat secara langsung, membangun kepercayaan (public trust), serta menghadirkan manfaat nyata akan melahirkan kader-kader yang militan sekaligus berakhlak.
Selain pengaderan, aspek silaturahmi juga menjadi perhatian penting dalam diskusi tersebut. Ustadz Mukhlisin mengingatkan agar hubungan dengan para tokoh agama, kiai, dan elemen masyarakat terus dijaga secara berkala. Silaturahmi dinilai sebagai salah satu kunci terbukanya pintu-pintu kebaikan dan kemudahan dalam menjalankan program organisasi.
Tak kalah penting, dia menekankan perlunya kontrol, evaluasi, dan pemantauan (monitoring) terhadap setiap program yang dijalankan.
Menurutnya, organisasi yang sehat adalah organisasi yang mampu melakukan evaluasi diri secara berkelanjutan, sehingga setiap kekurangan dapat segera diperbaiki dan setiap potensi dapat dioptimalkan.
Diskusi tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Selain mempererat hubungan struktural antara DPP, DPW, dan DPD, pertemuan ini juga mempertegas arah gerak organisasi dalam memperkuat kaderisasi media dan kehumasan.
Dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab, ABI Kaltim diharapkan mampu terus berkontribusi secara positif bagi umat dan bangsa, serta menghadirkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan bermasyarakat. (*)
Penulis: Nugraha
Editor: Ufqil Mubin












