BERITAALTERNATIF.COM – Bahasa Kutai mulai diperkuat melalui pembelajaran di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar telah mencetak buku muatan lokal Bahasa Kutai yang akan didistribusikan ke seluruh sekolah sebagai bahan ajar.
Kebijakan tersebut merupakan implementasi dari Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Perlindungan Bahasa dan Sastra Kutai.
Melalui regulasi ini, pembelajaran Bahasa Kutai menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga keberlangsungan bahasa daerah di lingkungan pendidikan.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan penguatan Bahasa Kutai telah berjalan sejak Perda tersebut diberlakukan.
Saat ini, pihaknya mulai menggencarkan penyediaan buku dan tenaga pengajar untuk mendukung penerapannya di satuan pendidikan.
“Sebagai implementasi Perda Nomor 6 Tahun 2026, kita sudah mencetak buku terkait muatan lokal. Saat ini kita gencarkan di satuan pendidikan dasar dan menengah pertama,” ujarnya saat ditemui di Halaman Parkir Stadion Rondong Demang, Jumat (25/9/2026).
Dia menjelaskan, buku tersebut akan disalurkan ke sekolah agar dapat digunakan sebagai pedoman pembelajaran.
Selain penyediaan bahan ajar, Disdikbud Kukar juga mulai memetakan kesiapan tenaga pendidik yang memiliki kemampuan mengajarkan Bahasa Kutai.
Menurutnya, sebagian sekolah telah memiliki guru bahasa lokal. Namun, pemerintah daerah masih perlu memastikan tenaga pengajar yang ditugaskan memenuhi persyaratan kompetensi dan sertifikasi agar layak mengampu mata pelajaran tersebut.
“Perlu ada sertifikasi bahwa yang bersangkutan sudah layak dan memiliki kapasitas untuk mengajar Bahasa Kutai,” jelasnya.
Untuk mendukung pengadaan bahan ajar, Disdikbud Kukar juga menginstruksikan sekolah memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), termasuk BOS Kabupaten dan BOS Pendidikan, sesuai ketentuan yang berlaku.
“Tentu setelah penerapan muatan lokal ini, kita berharap generasi muda tidak hanya mengenal Bahasa Kutai, tetapi juga mampu mempelajari dan melestarikannya di tengah perkembangan zaman ini,” pungkasnya. (Adv)
Penulis: Arif Rahmansyah
Editor: Devi Nila Sari











