Search

Disbun Kukar, PT Rea Kaltim Plantations, dan KPBS Sepakati Penyelesaian terkait Harga TBS

Dokumentasi kegiatan sosialisasi penetapan harga TBS PT REA KALTIM PLANTATIONS, Sekertaris Camat Kembang Janggut, Desa Kembang Janggut, Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera, dan Muspika. (PT Rea Kaltim)

BERITAALTERNATIF.COM – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Disbun Provinsi Kalimantan Timur memfasilitasi dialog konstruktif antara PT Rea Kaltim Plantations dan Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera (KPBS) untuk memperkuat pemahaman bersama terkait harga Tandan Buah Segar (TBS) bagi petani swadaya.

Diskusi dilakukan sebagai tanggapan terhadap penurunan harga TBS dalam beberapa minggu terakhir yang menimbulkan berbagai pertanyaan dan kekhawatiran di kalangan petani. Forum ini berfungsi sebagai wadah bagi perusahaan untuk menginformasikan faktor-faktor yang memengaruhi harga, serta bagi koperasi untuk menyampaikan situasi dan saran dari petani.

“Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Kartanegara memberikan apresiasi kepada PT Rea Kaltim Plantations atas upayanya membantu menjaga situasi tetap kondusif dan mengambil inisiatif untuk menjelaskan mekanisme penetapan harga secara langsung. Dialog seperti ini penting untuk memastikan bahwa masukan dari lapangan dapat ditangani dengan baik,” ujar Kepala Disbun Kukar, M. Taufik, dalam rilis yang diterima media ini pada Rabu (24/6/2026).

Secara daring, Triana Martalina dari Disbun Kaltim menyambut baik pembahasan tersebut dan mendorong seluruh pihak untuk terus bekerja sama dengan petani dan pemerintah setempat dalam menyelesaikan hal-hal operasional melalui komunikasi yang jelas dan tindakan yang terkoordinasi.

Acting Head of Smallholder & Community REA, Dian Mayasari, menghargai pembahasan yang konstruktif ini, serta dukungan dari Disbun Kaltim dan Disbun Kukar dalam membantu menangani hal ini melalui proses yang jelas dan transparan.

“REA memahami bahwa pergerakan harga TBS berdampak langsung pada petani swadaya. Dialog ini membantu memperkuat pemahaman bersama dan mendukung kemitraan yang stabil, transparan, dan akuntabel antara perusahaan, koperasi, dan petani,” ujarnya.

Ketua KPBS Jamaluddin menyambut baik kesempatan untuk menyampaikan masukan secara langsung dan mengakui pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara berbagai pemangku kepentingan.

“KPBS mengapresiasi ruang dialog dan penyesuaian harga yang dilakukan perusahaan. Kami percaya bahwa dialog seperti ini penting untuk menjaga pemahaman bersama dan hubungan kerja yang baik antara koperasi, perusahaan, dan petani,” ujarnya.

Melalui pembahasan ini, Disbun Kukar, Disbun Kaltim, REA, KPBS, dan perwakilan koperasi sepakat untuk terus menyelesaikan hal ini secara konstruktif. Dialog ini kembali menegaskan pentingnya transparansi, tanggung jawab bersama, dan keterlibatan yang efektif dalam menjaga kemitraan yang stabil di antara seluruh pihak. (*)

Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA