Search

Dari Bunga di Tepi Sungai, Begini Awal Mula Berdirinya Tenggarong

Museum Mulawarman Tenggarong. (Kompas)

BERITAALTERNATIF.COM – Jauh sebelum dikenal sebagai ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara, Tenggarong merupakan lokasi yang dipilih sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Kutai Kartanegara setelah ibu kota sebelumnya, Pemarangan, tidak lagi dianggap sesuai.

Sejarawan sekaligus budayawan Kutai Kartanegara, Awang Rifani, mengatakan perpindahan pusat pemerintahan tersebut terjadi ketika Sultan Aji Muhammad Muslihuddin mencari lokasi baru yang dinilai lebih baik untuk dijadikan ibu kota kesultanan.

Menurut cerita yang berkembang, sang sultan bersama rombongan berangkat dari Jembayan menuju arah hulu Sungai Mahakam. Dalam perjalanan tersebut, rombongan kemudian singgah di seberang wilayah yang kini menjadi Kota Tenggarong. Dari tempat itu, mereka melihat sesuatu berwarna putih di sepanjang tepian sungai.

Sultan kemudian bertanya kepada para pengiringnya mengenai benda tersebut. Mereka menjawab bahwa yang terlihat adalah kembang tegaron, tumbuhan yang hidup di sekitar tepian sungai.

“Ketika kemudian dilihat, ternyata memang kembang Tenggarong itu warnanya putih,” ujar Awang kepada awak media Berita Alternatif pada Senin (28/9/2026).

Rombongan kemudian menyeberang dan memasuki sebuah anak sungai yang saat itu masih mengalir di kawasan tersebut.

Sungai itu kini secara fisik hampir tidak lagi terlihat karena telah tertimbun dan mengalami perubahan akibat perkembangan kawasan. Namun, bekas alirannya masih dapat dikenali.

“Sejajar dari depan museum ke dalam sampai ke makam Najibud itu. Di situlah namanya dulu Sungai Tenggarong Anak,” katanya.

Dia menjelaskan, pada masa itu terdapat dua aliran yang dikenal dengan nama Sungai Tenggarong Besar dan Sungai Tenggarong Anak.

Sungai Tenggarong Anak berada di kawasan yang kini menjadi bagian dari pusat Kota Tenggarong. Bekas alirannya membentang di sekitar kawasan Museum Mulawarman hingga mendekati lokasi makam Najibud.

Menurutnya, kondisi geografis kawasan tersebut masih dapat dikenali sebelum dilakukan pembangunan dan pengerasan jalan seperti sekarang.

“Kalau dulu sebelum dicor, jalan depan itu kelihatan turun. Memang bekas sungai dulu,” ujarnya.

Kawasan tepian sungai tersebut juga menjadi bagian penting dalam aktivitas masyarakat pada masa awal perkembangan Tenggarong. Di sekitar kawasan itu terdapat Tepian Pandan dan sejumlah pelabuhan yang menjadi tempat aktivitas masyarakat.

Setelah melihat kondisi wilayah tersebut, Sultan kemudian menilai kawasan itu layak dijadikan pusat pemerintahan baru.

Sultan selanjutnya bertemu dengan para pembesar suku Lampong yang disebut Awang sebagai kelompok masyarakat yang telah mendiami wilayah tersebut sebelum kedatangan rombongan Sultan. Pertemuan itu membahas rencana pembangunan istana di kawasan tersebut.

“Disepakatilah kemudian di posisi itu untuk dibikin istana untuk Sultan Aji Muhammad Muslihuddin. Itu awalnya. Pendirinya raja. Ibu kota berada di sini,” katanya.

Dari proses tersebut, kawasan yang kemudian dikenal sebagai Tenggarong berkembang sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Kutai Kartanegara. (*)

Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA