BERITAALTERNATIF.COM – Capoeira kembali menggeliat di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) setelah sempat vakum. Olahraga bela diri asal Brasil tersebut kini mulai diaktifkan kembali dengan melibatkan pelajar dan masyarakat di Tenggarong.
Capoeira diketahui telah berdiri di Kukar sejak 2009. Setelah sempat mengalami masa vakum, aktivitas capoeira kini kembali digerakkan dengan menyasar pelajar sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kembali olahraga tersebut kepada masyarakat.
Founder Capoeira Tenggarong, Cabelo mengatakan, pengaktifan kembali kegiatan tersebut bertujuan untuk mengembangkan capoeira sekaligus mengajak masyarakat Tenggarong berolahraga dengan cara yang menyenangkan.
“Sekarang dengan pelajar capoeira yang mulai lagi, khususnya di Kabupaten Kukar. Di saat ini kami sudah mulai mengempakkan kembali capoeira di Tenggarong dengan tujuan untuk melakukan sebuah capoeira lagi dan mengolahragakan masyarakat Tenggarong dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya kepada awak media Berita Alternatif pada Selasa (22/9/2026).
Menurutnya, capoeira memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan olahraga bela diri pada umumnya. Capoeira tidak hanya mengandalkan gerakan bela diri, tetapi memadukan unsur tarian, musik, akrobatik, dan berbagai gerakan tubuh dalam satu rangkaian.
“Capoeira merupakan salah satu bagian bela diri. Namun di dalamnya juga terdapat tarian, musik, akrobatik, dan semuanya dipadupadankan menjadi gerakan yang kompleks dan indah,” katanya.
Dia menjelaskan, keindahan gerakan capoeira menjadi salah satu daya tarik olahraga tersebut. Selain itu, hampir seluruh bagian tubuh digerakkan ketika seseorang melakukan latihan capoeira sehingga dapat menjadi salah satu aktivitas olahraga.
“Kita melihat gerakan capoeira itu indah, apalagi kita bisa melakukannya, pasti akan menikmati. Dan di dalam capoeira pun juga kita menggerakkan semua bagian badan, otomatis itu juga akan membuat tubuh kita semakin segar,” jelasnya.
Meski memiliki sejumlah gerakan yang terlihat sulit, peserta tidak langsung dituntut menguasai seluruh teknik. Latihan dilakukan secara bertahap mulai dari gerakan dasar hingga teknik lainnya.
Ia mengungkapkan, peserta akan mendapatkan latihan gerakan dasar, tendangan, akrobatik, musik, tari, serta berbagai teknik lain yang terdapat dalam capoeira.
Seluruh materi diberikan secara bertahap dan berada dalam pengawasan orang-orang yang telah memiliki pengalaman di bidang tersebut.
“Karena untuk kita bisa melakukan suatu gerakan di capoeira pasti akan ada tahapnya, tahap per tahap nanti akan kita ajarkan,” ujarnya.
Cabelo menegaskan, setiap peserta juga tidak harus menguasai seluruh aspek capoeira, termasuk gerakan akrobatik. Peserta dapat mengembangkan kemampuan sesuai minat masing-masing.
“Jadi tidak semua orang di capoeira misalnya harus bisa akrobatik. Tidak. Tapi ada beberapa orang misalnya senang capoeira dengan tendangannya, atau ada orang yang di capoeira senang dengan musiknya,” katanya.
Dengan demikian, capoeira memberikan ruang bagi peserta untuk menentukan bidang yang paling diminati, meskipun seluruh peserta tetap mendapatkan pengenalan terhadap berbagai unsur capoeira secara keseluruhan.
“Jadi kita bebas menentukan, biarpun semuanya akan dilatih secara keseluruhan secara bertahap,” tambahnya.
Untuk kegiatan latihan, capoeira di Tenggarong saat ini mulai dilaksanakan pada hari Minggu sore di taman yang terletak di bawah Jembatan Kukar. Jadwal latihan berlangsung mulai pukul 16.00 Wita hingga sekitar pukul 17.30 Wita.
Kembali aktifnya capoeira di Kukar diharapkan dapat menjadi alternatif kegiatan olahraga bagi pelajar dan masyarakat, sekaligus memperkenalkan olahraga yang memadukan unsur bela diri, seni, musik, tari, dan akrobatik tersebut secara lebih luas di Tenggarong. (*)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin











