BERITAALTERNATIF.COM – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah meresmikan bank sampah di RT 13, Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong pada Rabu (7/5/2025).
Bank sampah pertama di Bukti Biru ini terbangun atas kerja sama Pemerintah Kelurahan Bukit Biru dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Kukar.
Momen peresmian bank sampah ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah, ketua RT, dan Plt Lurah Bukit Biru Sri Herlinawati yang antusias menyaksikan prosesi pemotongan pita peresmian hingga uji coba bank sampah tersebut.
Fasilitas bank sampah ini berisi 1 unit mesin kompresor, kendaraan pengangkut sampah beserta sejumlah alat penunjang lain yang dapat digunakan untuk mendaur ulang sampah dan limbah organik tak terpakai.
Edi menyebut ide dan keinginan untuk membentuk bank sampah muncul dari warga RT 13 yang diwakili oleh Suparlin serta Plt Lurah Bukit Biru. Proyek ini pun melibatkan Pemkab Kukar sebagai penyedia sarana dan peralatan yang dibutuhkan untuk pengolahan sampah.
Bank sampah ini, kata dia, diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak, terutama warga setempat yang menetap di sekitar area rumah produksi: tim pengelola bank sampah, rumah tangga, hingga para pelajar yang bersekolah di Kelurahan Bukit Biru.
“Persoalan yang ada di lingkungan Kelurahan Bukit Biru, khususnya rumah tangga ini, akan teratasi dengan baik,” ucapnya.
Ia menyebut pentingnya pembentukan bank sampah yang bersifat terpadu di Kelurahan Bukit Biru.
Keberadaan bank sampah tersebut, lanjut Edi, sangat diperlukan untuk mengubah pola pikir serta cara bertindak warga Bukit Biru dalam mengelola dan memperlakukan setiap limbah rumah tangga yang mereka hasilkan.
Dia menyebut kebiasaan warga untuk mengumpulkan dan menitipkan sampah di unit bank sampah terpadu dapat berefek pada perbaikan kualitas perilaku serta ilmu pengetahuan warga.
Pengetahuan warga setempat, lanjutnya, dapat berkembang jika unit produksi ini bisa dimanfaatkan Pemerintah Kelurahan Bukit Biru sebagai alat untuk mengedukasi warga.
Ia menyarankan bank sampah ini digunakan sebagai alat kontrol bagi warga agar selalu menjaga kualitas lingkungan Bukit Biru.
Persoalan limbah rumah tangga, jelas Edi, merupakan salah satu sumber masalah yang sering kali dipandang merepotkan pemerintah dan pemerhati lingkungan di Kukar, khususnya bagi warga yang peduli tentang keasrian dan kebersihan kawasan seluas 6,07 km tersebut.
Keberadaan fasilitas bank sampah tersebut dinilainya akan secara perlahan mengubah cara pandang warga terhadap sampah yang sebelumnya tidak bernilai seperti limbah yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga untuk diubah menjadi produk bernilai ekonomis.
“Karena terkait dengan sampah ini tidak ada habisnya. Jadi, memang diperlukan perubahan pola pikir, cara bertindak bahwa sampah ini bukan lagi bagian dari masalah,” terangnya.
Ia menyebut keterlibatan pelajar-pelajar di Bukit Biru untuk mengisi stok sampah yang dibutuhkan akan berdampak positif, khususnya untuk mendidik para pelajar SD di kelurahan tersebut agar dapat membedakan sampah organik dan non-organik.
Edi berharap fasilitas ini dioperasikan secara profesional oleh organisasi Bank Sampah Asri yang diberi amanah sebagai penanggung jawab pengelolaan bank sampah.
“Semoga jajaran pak Suparlin yang hari ini diberi amanah mengelola bank sampah tetap konsisten,” harapnya.
Dia meyakini pengelolaan bank sampah yang dijalankan dengan serius akan menjadi sumber pendapatan warga setempat.
Bank sampah ini juga disebutnya dapat digunakan oleh pemerintah daerah sebagai instrumen untuk meningkatkan perekonomian warga Bukit Biru.
“Kalau ini ditekuni (maka akan) membawa kegiatan ekonomi yang baik di lingkungan,” pungkasnya. (*)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin












